Menu ✖

Mode Gelap

Pemerintahan · 15 Jan 2025 16:26 WIB

Pemkab Sumbawa Berupaya Turunkan Angka Kemiskinan Hingga 1 Persen


 Pemkab Sumbawa Berupaya Turunkan Angka Kemiskinan Hingga 1 Persen Perbesar

Sumbawa, dwipamedia.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya menurunkan angka kemisminan. Bahkan tahun ini, ditargetkan penurunan angka kemiskinan sebesar 1 persen, dari angka 12,87 persen atau sekitar 4.400 penduduk miskin yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada.

Demikian disampaikan Kepala Bappeda Sumbawa, E. S. Adi Nusantara, kepada wartawan, Rabu (15/1/2025). Pihaknya optimis target tersebut bisa terpenuhi. Dimana penduduk miskin pada Maret 2024 turun 1,04 persen terhadap Maret 2023, dan angka itu merupakan angka penurunan tiga terbesar dari Kabupaten/ Kota di Provinasi NTB. “Jadi, saat penyusunan program kita sudah berbicara untuk RPJPD tahun 2026 dengan tetap fokus untuk menurunkan angka kemiskinan dan acuannya sudah kita serahkan ke OPD by name by address penduduk miskin,” terangnya.

Menurutnya, fenomena naik atau turunnya angka kemiskinan di Sumbawa dipengaruhi oleh beberapa faktor, dan bukan kemiskinan berlarut atau kemiskinan yang akut. Akan tetapi kemiskinan itu terjadi karena faktor-faktor eksternal termasuk kejadian bencana alam. “Salah satu contoh penyebab utama yakni inflasi, sehingga banyak masyarakat yang tidak bisa membeli kebutuhan pokok salah satunya beras,” ungkapnya.

Pihaknya berharap kepada pemerintah pusat melalui BPS, agar segera mendistribusikan data registrasi sosial ekonomi yang menjadi sasaran untuk program penanganan kemiskinan. Data sasaran dianggap sangat penting sehingga program yang dijalankan tetap sasaran. “Misalnya, ada bantuan bagi masyarakat melalui dinas terkait yang dilaksanakan pada Maret namun pendataannya dilakukan pada Februari. Hal ini sangat mendistorsi dari segi data penduduk miskin,” ujarnya.

Dijelaskan, Pemkab Sumbawa sendiri tidak bisa serta-merta melaksanakan program pengentasan kemiskinan. Sebab, akan melampaui kewenangan apalagi proses pendataan kemiskinan juga membutuhkan proses yang cukup panjang. “BPS melakukan pendataan di daerah, namun hasilnya dikirim ke pusat. Sementara data tersebut tidak diberikan BPS ke daerah, inilah yang membuat program pengentasan kemiskinan di daerah belum berjalan,” pungkasnya. (awe)

Artikel ini telah dibaca 67 kali

Baca Lainnya

Bupati Hadiri Workshop Nilai Ekonomi Karbon, Perkuat Program Sumbawa Hijau Lestari

20 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Bupati Sumbawa Lantik 18 Kades Masa Jabatan 2026–2034

19 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Percepat Pengentasan Kemiskinan, Bupati Sumbawa Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

TP PKK NTB Dukung TP PKK Kabupaten Sumbawa Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

16 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Kunjungi Sumbawa, TP PKK NTB Perkuat Peran Dasawisma dan Tertib Administrasi PKK

16 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Wabup Sumbawa Dorong Transparansi OPD dalam Memberikan Informasi ke Masyarakat

14 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Trending di Pemerintahan