Sumbawa, dwipamedia.com – Kegiatan evaluasi hasil pelatihan produk tenun dan desain motif tenun Kre Alangdilaksanakan pada Kamis 20 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam melihat hasil pelatihan sekaligus merumuskan langkah pengembangan tenun khas Sumbawa agar tetap mempertahankan nilai budaya yang telah ada dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan produk saat ini.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Jarot, hadir sebagai evaluator. Dalam evaluasi tersebut, Hj. Ida menekankan pentingnya mempertahankan produk dan motif tenun yang telah ada sebagai bagian dari identitas budaya Sumbawa, namun pada saat yang sama terus melakukan inovasi melalui pengembangan motif-motif baru dan diversifikasi produk.
Menurutnya, pengembangan tenun tidak hanya berhenti pada pelestarian motif tradisional, tetapi perlu diarahkan agar menghasilkan produk yang lebih beragam, memiliki nilai tambah dan dapat menjangkau kebutuhan pasar yang lebih luas. “Yang sudah ada harus tetap kita pertahankan sebagai identitas dan kekayaan budaya. Namun, kita juga harus terus mengembangkan apa yang sudah ada, termasuk menciptakan motif-motif baru dan mengembangkan produk tenun agar semakin bernilai,” ujar Hj. Ida dalam kegiatan evaluasi.
Ia juga mengakui bahwa dalam proses pengembangan produk tenun masih terdapat berbagai kendala yang perlu mendapat perhatian bersama, baik dari sisi pengembangan desain, kemampuan produksi, pemasaran maupun penguatan kapasitas para perajin.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, perguruan tinggi, pelaku usaha, perajin serta pihak-pihak terkait dinilai sangat penting untuk memastikan hasil pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Kegiatan evaluasi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya H Hasanuddin yang akrab di sapa H. Ace yang memberikan pemaparan mengenai pengembangan motif tenun dari perspektif kebudayaan dan filosofi. Menurutnya, setiap motif tenun tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga dapat mengandung makna, simbol dan nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Sumbawa.
Pemahaman terhadap aspek budaya dan filosofi tersebut menjadi penting dalam proses penciptaan motif baru sehingga inovasi yang dilakukan tidak menghilangkan karakter dan identitas tenun Sumbawa.
Selain H. Hasanuddin, kegiatan juga menghadirkan Koko Hermanto dari Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) selaku Ketua Tim Pelaksana Dana Indonesiana. Kehadiran perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan desain, inovasi produk serta penguatan kapasitas perajin melalui pendekatan yang lebih kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMindag) Kabupaten Sumbawa, Sri Handayani, turut memberikan pandangan terkait pengembangan produk tenun dari sisi pembinaan usaha, produksi dan peluang pemasaran.
Evaluasi hasil pelatihan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan penilaian terhadap capaian peserta, tetapi juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan kendala yang masih dihadapi para perajin.
Melalui kolaborasi lintas sektor, pengembangan tenun Kre Alang diharapkan mampu berjalan secara berkelanjutan, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya dan filosofi lokal sekaligus menghasilkan inovasi produk yang memiliki daya saing.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Dekranasda Kabupaten Sumbawa dalam menjaga keberlangsungan kerajinan tenun sebagai warisan budaya, meningkatkan kreativitas perajin, serta mendorong agar produk tenun Sumbawa tidak hanya dikenal sebagai produk budaya, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing. (dmn)













