Sumbawa, dwipamedia.com – SARAMBA (Samawa Ragam Media Budaya) menggelar kegiatan Sabersi Kuber Kesultanan Sumbawa dan Wisata Adat Religi di kompleks Makam Kesultanan Sumbawa, Masjid Agung Nurul Huda, Sumbawa, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang mendapat dukungan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan, kelestarian, serta warisan sejarah dan budaya Tana Samawa.
Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh Mallarangang Syarifoeddin, perwakilan PT AMNT. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian situs sejarah dan budaya merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Dea Guru Lalu Mahmud sebagai bentuk penghormatan kepada para Sultan dan leluhur Sumbawa yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, lembaga adat, komunitas budaya, pelajar, dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan SMAN 3 Sumbawa Besar, SMKN 1 Sumbawa Besar, Kodim 1607/Sumbawa, Polres Sumbawa, Polsek Sumbawa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, warga Kelurahan Brang Bara, Pengurus Masjid Agung Nurul Huda, Pusaka Samawa, Tikkers samawa maras Lembaga EMAS Intan Bulaeng, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, PT AMNT, serta keluarga besar SARAMBA selaku penyelenggara kegiatan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan semangat kolaborasi dalam menjaga dan melestarikan situs sejarah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Tau Samawa.

Dalam sambutannya, Ketua SARAMBA, Lalu Ikang Binongko, menegaskan bahwa makam para Sultan dan leluhur Sumbawa bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, melainkan simbol perjalanan panjang lahir dan berkembangnya Tana Samawa hingga menjadi daerah yang dikenal saat ini.
“Makam para Sultan dan leluhur bukan hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga saksi perjalanan panjang lahir dan berkembangnya Sumbawa hingga menjadi daerah yang kita cintai hari ini. Karena jasa, pengorbanan, dan kebijaksanaan para pendahulu, kita dapat menikmati kehidupan dan mewarisi identitas sebagai Tau Samawa,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan Sabersi Kuber bukan hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan makam, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Melalui kegiatan ini kita meneguhkan rasa hormat, mengenang jasa para leluhur, serta menanamkan kepada generasi muda bahwa menjaga situs-situs bersejarah adalah bagian dari menjaga jati diri dan martabat daerah. Semoga kegiatan ini menjadi amal kebaikan, mempererat kebersamaan, dan menjadi pengingat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarah dan para pendahulunya,” lanjutnya.
Usai seremoni pembukaan, para peserta yang terdiri dari komunitas budaya, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, aparat keamanan, dan relawan melaksanakan gotong royong membersihkan area makam. Kegiatan meliputi pembersihan rumput liar, pengumpulan sampah, pemangkasan semak belukar, serta penataan lingkungan makam agar tetap bersih, nyaman, dan terawat.
Sementara itu, Dewi Sartika dari Departemen Social Impact PT AMNT menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh para peserta. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga situs-situs bersejarah di Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan Sabersi Kuber dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Setelah pelaksanaan di kompleks Makam Kesultanan Sumbawa, kegiatan akan dilanjutkan pada Sabtu (25/7/2026) di kawasan Makam Sampar dengan melibatkan berbagai komunitas dan masyarakat setempat.
Melalui kegiatan ini, SARAMBA bersama PT AMNT dan seluruh peserta berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan, merawat situs sejarah, serta melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas Tau Samawa.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap warisan leluhur sebagai aset berharga bagi generasi masa kini dan masa mendatang. (dmn)













