Sumbawa, dwipamedia.com – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap warisan budaya kembali ditunjukkan masyarakat Tana Samawa melalui kegiatan Sabersi Kuber (Sapu Bersih Kubur) Kesultanan Sumbawa dan Wisata Adat Religi yang dilaksanakan pada 24–25 Juli 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh SARAMBA (Samawa Ragam Media Budaya) ini berlangsung di dua lokasi bersejarah, yakni Kompleks Makam Kesultanan Sumbawa di Masjid Agung Nurul Huda dan Kompleks Makam Sampar. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, Pusaka Sumbawa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai lembaga dan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.
Selama dua hari pelaksanaan, puluhan peserta dari berbagai unsur masyarakat, relawan, komunitas budaya, mahasiswa, pemuda, dan personel TNI bergotong royong membersihkan area makam dari rumput liar, semak belukar, ranting pohon, dan sampah yang menutupi kawasan situs bersejarah tersebut.
Selain bertujuan menjaga kebersihan lingkungan makam, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat situs sejarah sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Samawa.

Ketua SARAMBA, Lalu Ikang Binongko (L. Dzulfikar Ghosali, S.E., Ak.), menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya PT AMNT yang dinilai konsisten memberikan perhatian terhadap kegiatan sosial, budaya, dan pelestarian warisan sejarah di Kabupaten Sumbawa.
“Atas nama SARAMBA, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT AMNT yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian cagar budaya, situs sejarah Kesultanan Sumbawa, serta berbagai kegiatan adat dan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Tana Samawa. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan merawat warisan leluhur agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Menurut Lalu Ikang Binongko, pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang kemajuan ekonomi, tetapi juga bagaimana sejarah, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Dea Guru Lalu Mahmud. Ia menilai dukungan PT AMNT terhadap kegiatan budaya menunjukkan kepedulian nyata terhadap upaya pelestarian warisan leluhur masyarakat Sumbawa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT AMNT yang telah memberikan perhatian terhadap pelestarian cagar budaya dan budaya Tana Samawa. Kepedulian seperti ini sangat berarti dalam menjaga keberlangsungan situs-situs bersejarah, tradisi adat, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Semoga sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut demi kemajuan dan pelestarian budaya Sumbawa,” ungkapnya.
Sementara itu, Tri Satriawansyah, Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Sumbawa, menilai kegiatan Sabersi Kuber merupakan langkah konkret dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian situs sejarah.
Menurutnya, kegiatan yang digagas SARAMBA dan didukung PT AMNT, Pemerintah Daerah, Pusaka Sumbawa, serta berbagai lembaga lainnya dapat menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberadaan makam-makam bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perjalanan Kesultanan Sumbawa.
“Kami mengapresiasi PT AMNT, SARAMBA, Pemerintah Daerah, Pusaka Sumbawa, serta berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan Sabersi Kuber ini. Kegiatan seperti ini menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat sekitar bahwa keberadaan makam para sultan dan tokoh penting pada masanya merupakan warisan sejarah yang perlu dijaga dan dilestarikan,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah makam yang berada di kawasan tersebut berpotensi menjadi Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang nantinya dapat diusulkan untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya.
“Kami dari Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Sumbawa masih menunggu data dan informasi yang akurat dari masyarakat maupun pihak keluarga. Data tersebut nantinya akan disampaikan kepada Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa sebagai bahan kajian dan verifikasi. Setelah melalui tahapan yang ditentukan, kami dapat memberikan rekomendasi untuk penetapan situs tersebut sebagai Cagar Budaya,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari Lurah Pekat, Kecamatan Sumbawa, Arie Afriliansyah, yang mengapresiasi inisiatif SARAMBA dan PT AMNT dalam menggelar kegiatan pelestarian budaya tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada SARAMBA dan PT AMNT yang telah menginisiasi serta mendukung kegiatan Sabersi Kuber ini. Kegiatan seperti ini tidak hanya membersihkan situs bersejarah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah dan jati diri Tana Samawa,” ujarnya.
Arie menegaskan bahwa generasi muda yang memahami sejarah daerahnya adalah generasi yang layak menjadi pemimpin di masa depan.
“Untuk adik-adik generasi di bawah kami, yang memahami sejarah daerahnya, menghargai perjuangan para pendahulunya, dan mencintai budayanya, merekalah yang pantas menjadi pemimpin di masa depan. Karena seorang pemimpin yang baik harus memahami akar sejarah dan identitas masyarakat yang dipimpinnya,” katanya.
Kegiatan Sabersi Kuber ditutup dengan harapan agar semangat gotong royong dan kepedulian terhadap warisan budaya terus tumbuh di tengah masyarakat. Kolaborasi antara komunitas budaya, pemerintah, tokoh adat, masyarakat, dan dunia usaha dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga keberlangsungan situs-situs sejarah yang menjadi kebanggaan Tana Samawa.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, kawasan Makam Kesultanan Sumbawa dan Makam Sampar kini terlihat lebih bersih, tertata, dan nyaman untuk dikunjungi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pelestarian sejarah dan budaya merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga identitas Tana Samawa untuk generasi yang akan datang. (dmn)













