Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 26 Mar 2026 17:22 WIB

Ribuan Lobster Mati di KJA Pulau Bungin, Dislutkan Sumbawa Lakukan Pendalaman Kasus


 Ribuan Lobster Mati di KJA Pulau Bungin, Dislutkan Sumbawa Lakukan Pendalaman Kasus Perbesar

Sumbawa, dwipamedia.com – Sekitar 5.000 ekor lobster di Keramba Jaring Apung (KJA) Pulau Bungin, diketahui mengalami kematian terhitung sejak bulan Februari 2026. Terhadap hal tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa terus melakukan kunjungan ke lokasi, guna mendalami kasus dimaksud.

Demikian diungkapkan Kepala Dislutkan Sumbawa Rahmat Hidayat, Kamis (26/3/2026). Setelah menerima laporan atas kasus tersebut dari pembudidaya lobter, pihaknya langsung melakukan pengecekan lapangan. Itu dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait masalah dimaksud.

Lebih jauh dijelaskan, berdasarkan data ada sekitar 29 pembudidaya lobster yang terdampak, dengan jumlah kematian total mencapai 5.000 ekor. Kematian masif tersebut dimulai sejak pertengahan Februari hingga bulan Maret. “Rata-rata kematian lobster berkisar antara 3-5 ekor per hari per karamba dengan taksiran kerugian mulai dari Rp10 juta hingga 50 juta rupiah per pembudidaya,” terangnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil pengamatan morfologis di lobster melalui ciri fisik dugaan awal mengarah pada penyakit MHD (Milky Hemolymph Desease). Namun untuk memastikan penyebab kematian tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Perikanan Budidaya Laut BPBL) Lombok untuk dilakukan pengujian laboratorium. “Sampel air dan lobster sudah kita kirim untuk dilakukan pengujian di laboratorium BPBL Lombok untuk memastikan penyebab kematian ribuan lobster,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada pembudidaya untuk menjaga kebersihan karamba dan melakukan karantina/isolasi. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan lobster yang masih sehat sehingga para pembudidaya tidak semakin merugi. “Kami sudah mengimbau kepada para pelaku budidaya untuk segera melakukan pemilihan. Sehingga lobster yang sehat bisa diselamatkan dan pelaku budidaya tidak semakin merugi,” tukasnya. (dmn)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ayo Hadiri Temu Alumni SMPN 1 Sumbawa Angkatan 2001

30 September 2026 - 12:23 WIB

Puncak Harhubnas 2026, Bandara Sumbawa Jaga Kekompakan Antar-Stakeholder

18 September 2026 - 22:29 WIB

Momentum Harhubnas 2026, Bandara Sumbawa Perkuat Keselamatan dan Konektivitas Masyarakat

17 September 2026 - 10:53 WIB

Peringati Harhubnas 2026, Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa Pererat Sinergi Antar-Stakeholder

13 September 2026 - 19:38 WIB

Sinergi AMMAN dan Masyarakat dalam Mendukung Operasional Smelter yang Aman dan Berkelanjutan

5 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Pembangunan KNMP Labuhan Sangoro Diperpanjang

25 Juni 2026 - 15:55 WIB

Trending di Berita Utama