Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 18 Jun 2026 16:54 WIB

Susun FS Tambak Garam, Pemkab Sumbawa Bakal Gandeng BRIN


 Susun FS Tambak Garam, Pemkab Sumbawa Bakal Gandeng BRIN Perbesar

Sumbawa, dwipamedia.com – Pengembangan tambak garam menjadi salah satu proyek strategis nasional di Kabupaten Sumbawa. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berencana menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penyusunan Feasibility Study (FS) dalam rencana pengembangan tambak garam.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat mengatakan, penyusunan FS dilakukan sebagai salah satu kelengkapan dokumen, agar rencana pengembangan tambak garam masuk dalam program strategis nasional. Saat ini, Pemkab Sumbawa sudah menyiapkan 13.000 hektar lahan untuk program tersebut, sehingga harus dilakukan kajian. “Pembicaraan awal dengan BRIN terkait rencana penyusunan FS itu sudah kita lakukan. Kami juga akan kembali bertemu untuk mematangkan rencana tersebut,” tuturnya, pada Kamis (18/6/2026).

Lebih lanjut dijelaskan, dari 13.000 hektar lahan yang disiapkan tersebut, ada sekitar 2.500 hektar kategori Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang kini statusnya sudah dikeluarkan. Pemerintah pun sudah menyiapkan lahan pengganti atas pengalihan status lahan seluas 3.500 hektar. “Status lahannya yang Pemerintah siapkan sudah tidak ada masalah untuk LP2B, karena status tersebut sudah kita revisi di Perda RTRW yang baru termasuk lahan penggantinya juga sudah kita siapkan,” terangnya.

Dijelaskan, berdasarkan kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah, sudah di deliniasi lahan seluas 7.000 hektar. Sehingga, untuk membuat kebijakan lebih lanjut, dibutuhkan data lebih detail lagi. Untuk itu masih menunggu hasil study kelayakan baik dari segi topografi maupun teknis lainnya. “Kami berharap dari segi FS tersebut kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih detail terkait kondisi lahan, dan bisa sesuai untuk program pengembangan garam dengan teknologi evaporasi,” ujarnya.

Menurut hasil inventarisasi awal rencana lokasi lahan tersebut, saat ini ada 180 orang pemilik dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM). Bahkan di lokasi tersebut juga sudah ada infrastruktur jalan usaha tani tinggal dilakukan penataan lebih lanjut untuk memudahkan akses. “Jalanya sudah ada selebar 3-5 meter dan saat ini jalan tersebut digunakan oleh petani untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan,” pungkasnya. (awe)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ayo Hadiri Temu Alumni SMPN 1 Sumbawa Angkatan 2001

30 September 2026 - 12:23 WIB

Puncak Harhubnas 2026, Bandara Sumbawa Jaga Kekompakan Antar-Stakeholder

18 September 2026 - 22:29 WIB

Momentum Harhubnas 2026, Bandara Sumbawa Perkuat Keselamatan dan Konektivitas Masyarakat

17 September 2026 - 10:53 WIB

Peringati Harhubnas 2026, Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa Pererat Sinergi Antar-Stakeholder

13 September 2026 - 19:38 WIB

Sinergi AMMAN dan Masyarakat dalam Mendukung Operasional Smelter yang Aman dan Berkelanjutan

5 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Pembangunan KNMP Labuhan Sangoro Diperpanjang

25 Juni 2026 - 15:55 WIB

Trending di Berita Utama