Sumbawa, dwipamedia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa nampaknya serius terkait rencana pembangunan pasar induk Sumer Payung. Proses pembangunannya diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp268,9 miliar.
Kepala Dinas KUKMindag Kabupaten Sumbawa, E. S. Adi Nusantara, pada Kamis (18/6/2026) mengungkapkan, pihaknya sejauh ini telah melakukan ekspose tiga kali atas hasil feability study (FS) atau studi kelayakan. Ekspose pertama terkait meterelogi, kedua kendala yang dihadapi dan terakhir melengkapi hasil ekspose pertama dan kedua dan hasil finalnya direkomendasikan untuk pembangunan pasar induk.
Lebih jauh dijelaskan, hasil rekomendasi terhadap studi kelayakan tersebut juga diminta untuk menindaklanjuti dengan proses review atas dokumen lingkungan yang telah tersusun sebelumnya. Review tersebut dilakukan karena izin lingkungan yang telah disusun sebelumnya sudah cukup kadaluwarsa sehingga perlu direvisi. “Review DED perlu kita lakukan karena yang kita miliki saat terhitung sejak tahun 2017 dengan pola bangunan tiga lantai. Sementara untuk dari kementerian tidak direkomendasikan untuk pasar berlantai, sehingga DED perlu kita review,” tuturnya.
Dipaparkan, dari total anggaran mencapai Rp268,9 miliar ada beberapa item yang akan dibangun, diantaranya konstruksi pasar induk berupa gedung utama, kios permanen 700 unit, los pasar dan infrastruktur logistik. Termasuk fasilitas publik dan utilitas, serta lainnya.
Menurutnya, pasar induk ini nantinya sebagai pusat distribusi bahan pangan sebelum beredar ke masyarakat. Pasar ini juga nantinya untuk memutus rantai yang sangat panjang dari produsen atau petani ke tengkulak dan pasar-pasar tradisional.
Pembangunan pasar induk tersebut dilakukan untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Sebab di lokasi tersebut tidak hanya pasar induk melainkan akan dibangun pergudangan yang bisa disewakan oleh pemilik modal yang akan berinvestasi di Sumbawa. “Jadi, pasar yang akan kita bangun ini memiliki dua fungsi yakni pasar pada hakikatnya dan gudang. Sehingga pendapatan daerah bisa meningkat dari sektor penyewaan gudang,” terangnya.
Sementara terkait kelanjutan nasib Pasar Seketeng, ia mengaku rencana kedepan akan dijadikan pasar modern. Selain itu, pasar tersebut juga akan dijadikan sebagai sentra kuliner dan kerajinan khas Sumbawa yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan.
Pemerintah juga memastikan tidak serta merta memindahkan para pedagang, melainkan akan dilakukan secara sporadis. Pemindahan yang akan dilakukan terhadap para pedagang nantinya juga akan disiapkan skema kelonggaran misalnya di tahun pertama. (awe)













