Menu ✖

Mode Gelap

Pemerintahan · 27 Apr 2026 15:30 WIB

Turunkan Stunting di Kabupaten Sumbawa, Perlu Kerjasama Semua Pihak


 Turunkan Stunting di Kabupaten Sumbawa, Perlu Kerjasama Semua Pihak Perbesar

Sumbawa, dwipamedia.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa hingga saat ini terus berupaya menurunkan angka stunting. Bahkan menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Kabupaten Sumbawa cukup tinggi, menunjukkan prevalensi stunting sebesar 29,8 persen.

“Berbagai upaya pencegahan dan penurunan stunting, kami lakukan dan lebih dimaksimalkan melalui intervensi kebijakan, sehingga target penurunan stunting sebesar 21,7 persen dapat dicapai dengan kolaborasi semua sektor,” ungkap Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Kabupaten Sumbawa, Rusmayadi, pada Senin (27/4/2026).

Dijelaskan, anak stunting mengalami gangguan pertumbuhan otak yang menyebabkan kemampuan kognitif, belajar dan konsentrasi menurun. Akibatnya, prestasi akademik anak lebih rendah dan saat dewasa berpotensi memiliki produktivitas kerja yang lebih rendah.

Menurutnya, jika prevalensi stunting tetap tinggi, maka Kabupaten Sumbawa akan kesulitan mencetak generasi unggul dan inovatif yang dibutuhkan untuk menuju generasi emas 2045. Selain itu, anak yang stunting memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis saat dewasa, seperti diabetes dan hipertensi. “Kondisi ini meningkatkan beban biaya kesehatan keluarga dan daerah,” tuturnya.

Stunting berkorelasi dengan kemiskinan antargenerasi, keluarga miskin lebih rentan memiliki anak stunting dan anak stunting cenderung memiliki masa depan ekonomi lebih sulit. “Salah satu program penanganan stunting yang kami laksanakan yakni mengimpleloemtasikan program quick wins. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting terutama sebagai bagian dari implementasi aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di daerah,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan, dalam penerapan program itu perlu kerjasama semua pihak mulai dari pemerintah hingga masyarakat. “Karena berfokus pada pemberdayaan masyarakat, maka desa agar mampu meningkatkan kualitas hidup secara mandiri, terutama dalam bidang kesehatan, gizi dan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya. (awe)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Sumbawa Lantik 18 Kades Masa Jabatan 2026–2034

19 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Percepat Pengentasan Kemiskinan, Bupati Sumbawa Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

TP PKK NTB Dukung TP PKK Kabupaten Sumbawa Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

16 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Kunjungi Sumbawa, TP PKK NTB Perkuat Peran Dasawisma dan Tertib Administrasi PKK

16 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Wabup Sumbawa Dorong Transparansi OPD dalam Memberikan Informasi ke Masyarakat

14 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Turunkan Kantong Kemiskinan di Sumbawa, Wabup Tekankan Validitas Data

13 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Trending di Pemerintahan