Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 2 Mar 2026 14:13 WIB

Desa Teluk Santong Diusulkan Masuk Program KNMP Tahap III


 Desa Teluk Santong Diusulkan Masuk Program KNMP Tahap III Perbesar

Sumbawa, dwipamedia.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) telah resmi mengusulkan Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang, masuk ke dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap III Tahun 2026.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa Rahmat Hidayat, kepada wartawan Senin (2/3/2026). Dari sekian banyak desa pesisir di Kabupaten Sumbawa, hanya Desa Teluk Santong yang memenuhi syarat lahan yang ditentukan. Desa lain terkendala karena luas lahan tidak mencukupi atau jarak dari pantai terlalu jauh.

Dilanjutkan, Desa Teluk Santong telah memenuhi seluruh persyaratan utama program yang menjadi salah satu asta cita Presiden Prabowo ini. Mulai dari ketersediaan lahan hingga potensi nelayan, sehingga optimisme tinggi muncul agar desa ini kembali menjadi barometer pembangunan nelayan di NTB.

“Segala persyaratan untuk program KNMP Tahap III telah terpenuhi. Ketersediaan lahan seluas 5.000 meter persegi hingga 1 hektar yang dekat dengan pantai serta sejumlah aspek lain tidak menjadi masalah. Sekarang tinggal menunggu keputusan dari KKP Pusat,” terang Dayat.

Dijelaskan, usulan Desa Teluk Santong ini mengikuti keberhasilan program KNMP sebelumnya. Tahap pertama pada 2025 menelan anggaran Rp11 miliar lebih dan telah menuntaskan pembangunan berbagai sarana prasarana pendukung nelayan.

Sementara itu, pembangunan fisik KNMP Tahap II saat ini sedang berjalan di Desa Labuhan Sangoro Kecamatan Maronge. Pelaksanaannya dilakukan dengan anggaran multiyears Rp11,1 miliar, dikerjakan oleh PT Tolping Jaya mulai 19 Desember 2025 hingga Juni 2026.

Lebih lanjut dijelaskan, syarat untuk menjadi desa penerima KNMP tidak hanya soal lahan. Pemerintah pusat menilai juga topografi, potensi nelayan, jumlah kapal penangkap ikan, jaringan listrik 3 phase, mata pencaharian warga yang mayoritas nelayan, serta potensi produksi hasil tangkapan. “Seluruh aspek ini menjadi dasar agar program KNMP dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi nelayan,” tuturnya.

Untuk Desa Labuhan Sangoro, pembangunan sarana prasarana yang didanai KNMP Tahap II mencakup dinding penahan tanah, bangunan shelter pendaratan ikan, pondasi gudang beku dan pabrik es portabel, area parkir, kios pembekalan, bengkel nelayan, kantor pengelola, toilet umum, tangki air dan sumur bor, penerangan kawasan, tempat pembuangan sampah, gapura, pos jaga, balai pertemuan nelayan, bangunan pemasaran ikan, jalan lingkungan dan saluran, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Biotech. (awe)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Dislutkan Sumbawa Serahkan Freezer untuk Poklahsar Pulau Bungin

1 April 2026 - 18:00 WIB

Dukung Kebutuhan Nelayan, Pemkab Sumbawa Anggarkan Sarana Perikanan Tangkap

12 Maret 2026 - 16:56 WIB

Kabupaten Sumbawa Siapkan Diri Hadapi Penilaian Adipura

11 Maret 2026 - 17:02 WIB

Dislutkan Sumbawa Upayakan Pengembangan Kawasan Budidaya Mutiara di Pulau Bungin

11 Maret 2026 - 16:11 WIB

Dislutkan Komit Kembangkan Potensi Lahan untuk Budidaya Rumput Laut

11 Maret 2026 - 15:15 WIB

Budidaya Mutiara Tradisional Pulau Bungin Berpotensi Jadi Sektor Ekonomi Unggulan

10 Maret 2026 - 16:20 WIB

Trending di Pemerintahan