Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 1 Nov 2023 11:28 WIB

Dislutkan NTB Sosialisasikan Dampak Penggunaan Kompresor di Gili Tapan


 Dislutkan NTB Sosialisasikan Dampak Penggunaan Kompresor di Gili Tapan Perbesar

Sumbawa, dwipamedia.com – Upaya pencegahan penangkapan ikan tidak ramah lingkungan di Kawasan Teluk Saleh Kabupaten Sumbawa – NTB, dalam bentuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi dan perikanan berkelanjutan, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi NTB menggandeng kedokteran kelautan Universitas Mataram, Forum Ilmiah Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan (FIP2B) Nusa Tenggara Barat, BPSJ Ketenagakerjaan serta Non Government Organization (NGO) WCS dan Yayasan Bentang, untuk mensosialisasikan dampak penggunaan alat bantu kompresor bagi ekosistem laut dan kesehatan kepada nelayan di Dusun Gili Tapan Desa Labuhan Sangoro Kecamatan Maronge.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 26 hingga 28 Oktober 2023, dihadiri sekitar 70 masyarakat Gili Tapan Desa Labuhan Sangoro yang terdiri dari nelayan dan istri nelayan. Acara diawali dengan pembukaan oleh Sekretaris Desa Labuhan Sangoro.

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang Pelarangan Penggunaan Kompressor sebagai ABPI sesuai ketentuan UU No. 45 Tahun 2009 Pasal 9 junto Pasal 85 dan PERDA NTB No. 8 Tahun 2020 Pasal 11, Pasal 19 dan Pasal 21, Pengelolaan Perikanan Kakap Kerapu Berkelanjutan (PERGUB NTB No. 55 Tahun 2023) serta Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan (UU No. 7 Tahun 2016) yang disampaikan oleh Sugianur, S.Pi selaku Pengawas Perikanan Ahli Muda pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB.

Pada kesempatan itu Ia menghimbau kepada seluruh nelayan pengguna alat bantu penangkapan kompresor untuk  mencari alternatif penangkapan menggunakan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Selain itu juga dalam mendukung kampanye ini, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB siap membantu menfasilitasi nelayan maupun kelompok masyarakat pesisir dalam hal mendapatkan sarana dan prasarana penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

Selanjutnya penyuluhan dan edukasi tentang Dampak Penggunaan Kompressor Terhadap Kesehatan Nelayan yang disampaikan oleh Tim Medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Prodi Kedokteran Kelautan, pada kesempatan ini tim yang di pimpin oleh dr. Farah menjelaskan, terkait dengan dampak dari penggunaan alat bantu kompresor bagi tubuh yang digunakan dalam jangka waktu yang lama, serta bagaimana penanganan terhadap korban yang terkena dekompresi dari akibat penangkapan ikan menggunakan alat bantu kompresor.

Sesi terakhir oleh BPJS Ketenagakerjaan yang memaparkan tentang produk-produk BPJS Ketenagakerjaan untuk nelayan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP), harapannya dengan tingkat resiko pekerjaan yang dilakukan oleh nelayan ini cukup tinggi, para nelayan mau mendaftar ke BPJS Ketenagakerjaan untuk bisa mendapatkan jaminan keselamatan kerja kedepannya.

Pada akhir kegiatan yaitu sesi diskusi serta pemeriksaan kesehatan gratis kepada nelayan di Dusun Gili Tapan dari sore hingga malam hari, untuk melihat tingkat kesehatan nelayan yang terdapat disana. Rangkaian kegiatan sosialisasi dampak penggunaan alat bantu penangkpan kompresor ini di tutup dengan kegiatan menyelam bersama di sekitar Pulau Pakka Dusun Gili Tapan Desa Labuhan Sangoro Kabupaten Sumbawa. (dmn)

Artikel ini telah dibaca 56 kali

Baca Lainnya

RS Apung PDIP Laksanakan Pengobatan Gratis di Sumbawa

14 Desember 2023 - 17:34 WIB

Peringati HKN ke 59, Ketua Rafiq Ajak Masyarakat Hidup Sehat

19 November 2023 - 14:01 WIB

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Puskesmas Alas Barat Siap Reakreditasi

7 November 2023 - 17:13 WIB

Kunjungi SDN Kerekeh, BNNK Sumbawa Sosialisasikan Bahaya Narkoba

21 September 2023 - 11:09 WIB

Warga Kalimango Diberi Pemahaman Soal P4GN

20 September 2023 - 18:47 WIB

Kelurahan Bugis Laksanakan Program Riwa Lansia

4 September 2023 - 17:47 WIB

Trending di Kesehatan