Sumbawa, dwipamedia.com – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Sumbawa sejauh ini berjalan dengan lancar. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Bungin Kecamatan Alas, program KNMP selanjutnya berada di Desa Labuhan Sangoro Kecamatan Maronge. Sejauh ini, proses pembangunan pun berjalan lancar.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa Rahmat Hidayat kepada media ini, pada Rabu (6/5/2026). Program tahap kedua tahun 2025/2026 ini menyerap anggaran Pemerintah Pusat sebesar Rp 11.103.880.000 dan dilaksanakan dengan sistem multi years. “Desa Labuhan Sangoro mendapatkan program KNMP tahap kedua dengan nilai anggaran lebih dari Rp 11 miliar dan kegiatan lapangan telah dimulai,” terangnya.
Lebih jauh diungkapkan, sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan oleh rekanan kontraktor pelaksana, terlebih dahulu dilakukan serah terima lapangan. Kontrak pekerjaan ditetapkan mulai 19 Desember 2025 hingga Juni 2026 dengan durasi pelaksanaan selama 180 hari kalender. “Untuk yang di Sangoro masih terus berproses. Sejauh ini lancar. Prosesnya sampai Juni,’’ ungkapnya.
Diungkapkan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi daerah pengusul, untuk dapat memperoleh program KNMP. Di antaranya adalah ketersediaan lahan minimal seluas 5.000 meter persegi hingga satu hektare, idealnya berada dekat dengan garis pantai. Selain itu, aspek topografi lahan, potensi nelayan, serta jumlah kapal penangkap ikan juga menjadi pertimbangan utama.
Adapun lingkup pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana pendukung KNMP di Desa Labuhan Sangoro cukup luas. Pembangunan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kawasan perkampungan nelayan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Adapun pekerjaan pembangunan tersebut meliputi persiapan lahan, pembangunan dinding penahan tanah, shelter pendaratan ikan, pondasi gudang beku portabel, pondasi pabrik es portabel, area parkir, shelter cool box, kios pembekalan, bengkel nelayan, kantor pengelola, toilet umum, tangki air dan sumur bor, penerangan kawasan, tempat pembuangan sampah, bangunan gebetan, jalan lingkungan dan saluran, gapura, pos jaga, levelling lahan, pagar kawasan, balai pertemuan nelayan, bangunan pemasaran ikan, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Biotech. (awe)












