Sumbawa, dwipamedia.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mempercepat penanganan pascakebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, pada akhir Maret lalu. Fokus utama saat ini adalah pemulihan tempat tinggal bagi warga terdampak.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Sumbawa, Dian Shidarta kepada wartawan, Rabu (29/4/2026). Dalam waktu dekat para korban akan difasilitasi Hunian Sementara (Huntara). Pembangunan Huntara tersebut akan dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai langkah cepat pemerintah pusat dalam merespons kebutuhan mendesak warga. “Huntara ini solusi sementara, sambil menunggu pembangunan Hunian Tetap (Huntap) oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” terangnya.
Dijelaskan, sekitar 30 kepala keluarga terdampak akan mendapatkan Huntara. Saat ini, prosesnya masih dalam tahap diskusi kelompok terarah (FGD) untuk memastikan kebutuhan dan kesiapan warga.
Berdasarkan hasil sementara FGD, sebagian warga sebenarnya tidak mendesak kebutuhan Huntara. Namun, kehadiran fasilitas tersebut dinilai penting sebagai bentuk tanggung jawab negara sekaligus untuk mengurangi beban sosial masyarakat sekitar yang turut menampung para korban. “Ini bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga bentuk kehadiran negara agar warga tidak merasa sendiri menghadapi bencana,” jelasnya.
Sementara itu, pembangunan Huntap diperkirakan baru dapat dimulai pada Oktober hingga November mendatang. Proses ini membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui sejumlah tahapan administratif, termasuk penetapan status lahan dan verifikasi penerima bantuan. “Huntap memerlukan prosedur yang cukup panjang. Karena itu, Huntara menjadi langkah paling cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga pascabencana,” tuturnya.
Pihaknya berharap, penyediaan Huntara dapat membantu memulihkan kondisi psikologis dan sosial warga terdampak, sembari menunggu realisasi pembangunan Huntap yang lebih permanen.
Peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga meninggalkan trauma bagi korban. Dengan langkah-langkah yang diambil saat ini, pemerintah berupaya memastikan proses pemulihan berjalan bertahap dan berkelanjutan. (awe)












