Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 7 Mei 2026 16:56 WIB

Wabup Dorong Optimalisasi Bale Mediasi untuk Perkuat Perdamaian dan Kondusivitas Daerah


 Wabup Dorong Optimalisasi Bale Mediasi untuk Perkuat Perdamaian dan Kondusivitas Daerah Perbesar

Sumbawa, dwipamedia.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat upaya penyelesaian sengketa masyarakat secara damai melalui pendekatan non litigasi berbasis nilai agama, hukum, dan kearifan lokal. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sumbawa H Mohamad Ansori saat membuka kegiatan Sosialisasi Bale Mediasi dengan tema “Penguatan Sinergi Perdamaian Bale Mediasi Sebagai Instrumen Penyelesaian Sengketa Non Litigasi Berbasis Nilai Agama, Kearifan Lokal dan Hukum” yang berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua Baznas Kabupaten Sumbawa, Ketua LATS, Ketua Bale Mediasi, kepala perangkat daerah lingkup Kabupaten Sumbawa, serta para narasumber dan peserta sosialisasi.

Dalam laporan panitia, Muhammad Yudi menyampaikan, kegiatan ini merupakan sosialisasi perdana sejak pengurus Bale Mediasi dilantik oleh Wakil Bupati Sumbawa pada 31 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Bale Mediasi dalam membantu penyelesaian sengketa di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman aparatur dan masyarakat terkait fungsi Bale Mediasi. Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Endra Syaifuddin, dan DEA Guru Syukri Rahmat.

Sementara itu, Ketua Bale Mediasi Kabupaten Sumbawa, Rimas Intan Katari menjelaskan, Bale Mediasi merupakan lembaga resmi yang hadir untuk memfasilitasi penyelesaian sengketa masyarakat di luar pengadilan secara damai, adil, dan efisien dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, keberadaan Bale Mediasi menjadi instrumen penting dalam menciptakan solusi yang lebih bijaksana dan dapat diterima semua pihak. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa H Mohamad Ansori menegaskan, Pemerintah Daerah berharap keberadaan Bale Mediasi tidak hanya sekadar simbol atau papan nama semata, tetapi benar-benar mampu menjalankan peran secara maksimal sebagai bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan sosial dan sengketa hukum secara damai. Diharapkan pula Bale Mediasi mampu menciptakan suasana yang adil sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Ketika persoalan dapat diselesaikan dengan damai, maka kehidupan masyarakat akan terasa lebih sejuk, aman, dan tenteram.

Wabup juga mengingatkan pentingnya penyelesaian persoalan sejak dini agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas hukum dan kondusivitas daerah demi mewujudkan Sumbawa yang damai, nyaman, unggul, maju, dan sejahtera. “Masalah kecil harus segera diperhatikan dan diselesaikan bersama. Mari kita jaga kondusivitas daerah agar masyarakat dapat hidup dengan damai dan sejahtera,” pungkasnya. (dmn)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Sumbawa Kembali Raih WTP Atas Pengelolaan Keuangan Daerah

25 Mei 2026 - 18:21 WIB

Desa Diminta Siapkan Anggaran Untuk Kesiapsiagaan Bencana di Pulau Kecil

21 Mei 2026 - 16:18 WIB

Lindungi Anak, Pemkab Sumbawa Dukung Program Adhiyaksa Pendi Tode Ngining

21 Mei 2026 - 15:20 WIB

Pemkab Sumbawa Perkuat Program Kesehatan, Ekonomi dan Lingkungan Berbasis Desa

20 Mei 2026 - 17:15 WIB

Perkuat Perlindungan Hutan, Pemkab Sumbawa Komit Berantas Ilegal Logging

20 Mei 2026 - 16:17 WIB

Pemkab Sumbawa Dorong OPD Aktif Perbaharui Informasi Melalui Website dan Medsos

18 Mei 2026 - 17:29 WIB

Trending di Pemerintahan