Sumbawa, dwipamedia.com – Sejauh ini, Kabupaten Sumbawa selalu menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi NTB. Sehingga status tersebut berpotensi bisa dipertahankan dalam tahun 2025 ini. Setelah melihat potensi pertanian yang ada saat ini.
Dalam kegiatan Panen Raya Padi di Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, pada Senin (7/4/2025), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati mengungkapkan, berdasarkan capaian hingga triwulan pertama tahun 2025, Sumbawa memiliki potensi besar untuk mempertahankan statusnya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di NTB, bahkan nasional. Menurutnya, sinergi antara petani, pemerintah, dan stakeholder terkait menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan daerah.
Ditegaskan, pihaknya terus mendorong perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas melalui penggunaan varietas unggul, pendampingan penyuluh, serta fasilitas irigasi yang lebih baik. Dinas Pertanian juga mendukung upaya penanganan dampak perubahan iklim melalui program adaptasi dan mitigasi pertanian.
Kemudian terhadap kegiatan panen raya padi, Ia melaporkan bahwa panen raya dilakukan di atas lahan seluas 20 hektar dengan produktivitas mencapai rata-rata 6,2 ton per hektar. Luas tanam padi di Kecamatan Moyo Hilir sendiri hingga saat ini telah mencapai 1.200 hektar dari target 1.400 hektar yang akan tercapai sebelum akhir musim tanam.
Sementara, Bupati Sumbawa H Syarafuddin Jarot dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani, kelompok tani, penyuluh, serta Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa atas kerja keras dan kontribusi mereka. Diungkapkan, produktivitas pertanian Sumbawa menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Tahun 2024, total luas tanam mencapai 57.000 hektar dengan hasil panen sekitar 325.000 ton GKG (Gabah Kering Giling).
Sementara, lanjut Bupati, pada tahun 2025 ini hingga bulan April, luas tanam sudah mencapai 47.000 hektar dan masih akan bertambah seiring musim tanam yang lebih panjang. “Panen Raya ini menjadi bukti komitmen kita dalam mendukung program nasional menuju swasembada pangan. Ketahanan pangan adalah fondasi dari ketahanan nasional. Oleh karena itu, surplus beras yang dimiliki Sumbawa harus kita jaga agar daerah kita dapat terus berkontribusi sebagai lumbung pangan nasional,” pungkasnya. (awe)












