Sumbawa, dwipamedia.com — Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan atlet bulutangkis di daerah. Penyelenggaraan Bupati Cup 2026 menjadi salah satu langkah untuk memperbanyak kompetisi sekaligus membuka ruang bagi atlet-atlet Sumbawa mengembangkan kemampuan.
Dikatakan H. Berlian, pelaksanaan Bupati Cup 2026 merupakan tindak lanjut dari gagasan Bupati Sumbawa untuk memperbanyak kegiatan olahraga dan seni di Kabupaten Sumbawa. “Ini salah satu event bulutangkis Open Turnamen Bupati Cup 2026. Pesertanya cukup banyak,” ujar H. Berlian dalam sambutannya pada pembukan Turnamen Bulutangkis Bupati Cup 2026, Selasa (8/9) di Stadion Pragas.
Menurutnya, kejuaraan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pertandingan dan perebutan juara. Bupati Cup juga menjadi bagian dari program pembinaan PBSI Sumbawa dalam membangun prestasi bulutangkis secara berkelanjutan.
Agenda pembinaan tersebut akan terus dilanjutkan setelah Bupati Cup 2026. PBSI Kabupaten Sumbawa dijadwalkan menjadi tuan rumah kejuaraan antarpelajar SMP tingkat Nusa Tenggara Barat pada November mendatang.
H. Berlian menilai semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar pula kesempatan bagi atlet-atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan mereka.
Ia menyebut perkembangan prestasi bulutangkis Sumbawa mulai menunjukkan hasil yang positif. Pada ajang sebelumnya, atlet Sumbawa berhasil membawa pulang tiga medali emas dan dua medali perunggu.
Capaian tersebut, tidak lahir dari kerja satu pihak. Prestasi itu merupakan hasil kerja sama antara PBSI, KONI, komunitas bulutangkis, atlet, pelatih, serta berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga di Sumbawa. “Kalau kita berlatih dengan sungguh-sungguh, prestasi pasti akan kita raih. Kita berharap prestasi bulutangkis Sumbawa semakin meningkat,” katanya.
Di tengah upaya meningkatkan prestasi atlet, Berlian juga menyoroti pentingnya dukungan fasilitas olahraga. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumbawa memberikan perhatian lebih terhadap kondisi GOR Pragas yang selama ini menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga, termasuk bulutangkis.
Menurutnya, salah satu bagian yang masih perlu mendapat pembenahan adalah kondisi akustik gedung. Perbaikan tersebut dinilai penting agar berbagai kegiatan yang digelar di dalam GOR dapat berlangsung lebih nyaman dan representatif.
H. Berlian menilai, pembinaan atlet dan peningkatan fasilitas harus berjalan beriringan. Dengan kompetisi yang semakin banyak, pembinaan yang konsisten, serta dukungan fasilitas yang memadai, ia optimistis prestasi bulutangkis Sumbawa dapat terus meningkat dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi. (awe)













