Sumbawa, dwipamedia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa tetap melakukan pemantauan lapangan, terhadap wilayah yang rawan terdampak kekeringan. Meskipun saat ini, belum ada diterima laporan dari desa yang mengalami kekeringan, dan meminta pendistribusian air bersih.
Demikian disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Sumbawa Rusdianto, pada Rabu (3/6/2026). Diakui, beberapa wilayah saat ini terpantau airnya mulai menyusut akibat kemarau. Namun kondisinya belum begitu parah sehingga belum ada wilayah yang meminta pendistribusian air bersih.
Meski begitu, lanjut Anto – akrabnya disapa, pihaknya tetap intens melakukan pemantauan ke beberapa wilayah yang rawan terdampak kekeringan. Itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya kekurangan air bersih untuk kebutuhan masak dan mandi. “Khusus untuk dasarian ini masih belum ada yang meminta pendistribusian air bersih, kita masih belum tahu untuk dasarian kedua dan ketiga nanti,” tuturnya.
Menurutnya, siklus musim kemarau ini hampir terjadi setiap tahun dan pola antisipasi juga sudah disiapkan oleh pemerintah. Pihaknya pun memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Juli hingga bulan Agustus mendatang.
Adapun wilayah yang masuk dalam kategori rawan terjadi bencana kekeringan yakni bagian utara Pulau Sumbawa. Bahkan saat ini tercatat ada sekitar 40 desa yang diprediksi terdampak kekeringan sesuai dengan kondisi tahun sebelumnya. “40 desa itu tahun lalu yang kita distribusikan air bersih, kalau untuk tahun ini kita belum tahu karena belum ada permintaan,” pungkasnya. (awe)













