Sumbawa, dwipamedia.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa saat ini telah menyiapkan sejumlah langkah inovatif untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus berkontribusi pada program strategis daerah di tahun 2026.
Kepala Dislutkan Sumbawa Rahmat Hidayat menjelaskan, sumber utama PAD sektor kelautan dan perikanan berasal dari penyewaan Balai Benih Induk (BBI) Meno Cold Storage di Pantai Goa Labuhan Badas. “Ini merupakan kontribusi utama kami untuk kas daerah,” terangnya kepada media ini, pada Rabu (6/5/2026).
‘’Untuk PAD ini kita dibatasi oleh regulasi UU nomor 1 tahun 2022, tentang hubungan keuangan pemerintah pusat dan daearh (HKPD). Memang itu yang membatasi kita. Sehingga kita tidak bisa melakukan penarikan PAD melalui retribusi pengiriman hasil perikanan. Tapi tetap kita upayakan melalui pemanfaatan asset, seperti penyewaan asset dan lainnya. Dimana asset asset itu kita coba maksimalkan, dan optimalkan,’’ tambahnya.
Saat ini, Dislutkan Sumbawa merancang langkah taktis untuk mengejar target PAD. Salah satu strategi utama adalah optimalisasi aset berupa induk-induk ikan yang sudah tidak produktif lagi di BBI Meno. Indukan tersebut akan didistribusikan sebagai ikan konsumsi dengan harga khusus.
Strategi ini tidak hanya bertujuan untuk menambah pemasukan daerah, tetapi juga mendapatkan apresiasi positif dari DPRD, yang melihat langkah ini sebagai terobosan yang selaras dengan program prioritas daerah. ‘’ Target PAD tahun ini sekitar Rp500 juta. Itu dari penyewaan asset antaralain cold storage, penyewaan Balai Benih Ikan di Meno, kemudian penjualan benih ikan,’’ ungkapnya
Dengan strategi ini, Dislutkan Sumbawa berupaya melakukan transformasi dari sekadar unit penghasil pendapatan menjadi institusi yang berkontribusi langsung pada ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Penjualan ikan murah diharapkan dapat mengisi celah kebutuhan protein hewani yang terjangkau, sekaligus membuka akses pasar baru bagi produk perikanan daerah. “Harapan kami, langkah ini tidak hanya membantu mengejar target PAD, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata. Sinergi antara peningkatan pendapatan daerah dan pemenuhan gizi masyarakat adalah tujuan utamanya,” pungkasnya. (awe)












