Sumbawa, dwipamedia.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa belum lama ini telah mengeluarkan imbauan terkait ancaman fenomena El Nino ekstrem. Terhadap fenomena tersebut, para pembudidaya ikan yang ada diingatkan untuk mewaspadai ancaman tersebut yang juga dikenal sebagai El Nino Godzilla.
Demikian disampaikan Kepala Dislutkan Sumbawa Rahmat Hidayat, pada Senin (27/4/2026). Pihaknya telah mengeluarkan imbauan pada Senin 13 April 2026, melalui surat resmi yang ditujukan kepada delapan UPT Pusat Informasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan serta seluruh Penyuluh Perikanan di Kabupaten Sumbawa. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari informasi yang sebelumnya disampaikan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia terkait potensi El Nino ekstrem yang diprediksi berlangsung mulai April hingga Oktober 2026.
Pihaknya mengidentifikasi sejumlah dampak serius yang dapat terjadi akibat El Nino ekstrem, seperti penurunan kualitas air akibat meningkatnya suhu, menurunnya oksigen terlarut, dan naiknya kadar ammonia. Kemudian meningkatnya stres pada ikan yang berujung pada penurunan nafsu makan dan pertumbuhan, risiko serangan penyakit yang lebih tinggi akibat melemahnya sistem imun ikan. Selanjutnya berkurangnya ketersediaan air untuk budidaya, serta penurunan produktivitas hingga potensi kerugian ekonomi bagi pembudidaya.
Guna mengurangi risiko yang ditimbulkan, Dislutkan Sumbawa mengimbau para pembudidaya agar segera menerapkan langkah-langkah strategis, seperti pemantauan kualitas air secara rutin, dengan melakukan monitoring parameter penting seperti suhu, oksigen terlarut (DO), pH, dan amonia untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Kemudian pengelolaan padat tebar, dengan menyesuaikan jumlah ikan dalam kolam guna mengurangi tekanan terhadap lingkungan perairan. Selanjutnya optimalisasi kadar oksigen menggunakan aerator atau kincir air untuk menjaga ketersediaan oksigen tetap stabil.
Selain itu, manajemen pakan yang efisien dengan mengatur pemberian pakan agar tidak berlebihan dan mencegah penumpukan limbah yang dapat menurunkan kualitas air. Pengelolaan sumber air, dengan mengupayakan ketersediaan air alternatif serta melakukan pergantian air secara berkala. Serta pengendalian penyakit ikan dengan meningkatkan daya tahan ikan melalui penggunaan imunostimulan, probiotik, serta penerapan biosekuriti.
Untuk itu pihaknya menegaskan pentingnya peran seluruh pihak dalam menyebarluaskan informasi ini. Ia meminta UPT dan penyuluh perikanan agar aktif memberikan edukasi kepada para pembudidaya. “Langkah antisipatif harus dilakukan sejak dini agar dampak El Nino ekstrem dapat diminimalisir dan kerugian yang lebih besar bisa dihindari,” pungkasnya. (dmn)














