Menu ✖

Mode Gelap

Pemerintahan · 17 Mar 2026 15:21 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Dinas Pertanian Minta Petani Bijak Tentukan Pola Tanam


 Antisipasi Gagal Panen, Dinas Pertanian Minta Petani Bijak Tentukan Pola Tanam Perbesar

Sumbawa, dwipamedia.com – Kabupaten Sumbawa saat ini mulai memasuki musim tanam kemarau pertama. Untuk itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, meminta kepada petani untuk bijak dalam menentukan pola tanam, dan menanam sesuai yang diarahkan penyuluh pertanian atau sesuai hasil rapat dengan UPTD pengairan.

“Memasuki musim tanam kemarau 1, petani di Kabupaten Sumbawa kami meminta bijak menentukan pola taman dengan memastikan kondisi dan ketersediaan air yang ada. Hal itu kami lakukan untuk mengurangi hal yang tidak diinginkan sebab prediksi BMKG akan terjadi kemarau panjang,” jelas Ni Wayan saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Selasa, (17/3/2026).

Menurut Ni Wayan Kabupaten sumbawa merupakan daerah yang memiliki lahan pertanian terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas lahan pertanian basah sebesar 54.918 Hektare dan lahan pertanian kering lebih kurang 83.000 Hektare.

“Pada musim tanam kamarau 1  ini, pada lahan basah biasanya didominasi komoditi padi, jagung maupun bawang merah. Sementara untuk lahan kering didominasi komoditi kacang hijau, hingga wijen, sayur, maupun palawija lainnya,” tambah Ni Wayan.

Menurut Ni Wayan, hal itu penting dilakukan karena di tahun 2026 ini dari prediksi BMKG akan terjadi kemarau panjang yang lebih panas dari biasanya.

“Namun, dalam mengatasi kekeringan ini  Kementerian Pertanian (Kementan) melalui dari  Dinas Pertanian akan melakukan berbagai upaya, salah satunya menyiapkan paket bantuan seperti sumur dalam maupun dangkal hingga pendampingan bagi petani,” sambung Ni Wayan.

Selain itu, pemerintah juga membantu menyediakan infrastruktur yang diperlukan bagi daerah-daerah terdampak, seperti pompanisasi dan pipanisasi. “Bantuan itu, digunakan untuk menarik air dari sumber-sumber yang ada, baik dari sungai maupun mata air yang ada,” tambah Ni Wayan.

Selain membangun bendungan dan sumur bor di wilayah yang terancam kekeringan jika lama tidak terjadi hujan dan terdapat sumber air akan dibantu dengan pompa serta irigasi perpipaan.

“Pendampingan dan upaya untuk menggerakkan serta mengoordinasikan petani dan kelompok tani dalam mengatasi gagal panen pada musim tanam kemarau 1 harus kita lakukan secara bersama-sama,” pinta Ni Wayan.

Ni wayan meminta masyarakat untuk selalu mengikuti arahan dari pendamping dan memantau informasi cuaca dari BMKG sehingga gagal panen dapat dihindari. (awe)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Hadiri Workshop Nilai Ekonomi Karbon, Perkuat Program Sumbawa Hijau Lestari

20 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Bupati Sumbawa Lantik 18 Kades Masa Jabatan 2026–2034

19 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Percepat Pengentasan Kemiskinan, Bupati Sumbawa Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

TP PKK NTB Dukung TP PKK Kabupaten Sumbawa Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

16 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Kunjungi Sumbawa, TP PKK NTB Perkuat Peran Dasawisma dan Tertib Administrasi PKK

16 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Wabup Sumbawa Dorong Transparansi OPD dalam Memberikan Informasi ke Masyarakat

14 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Trending di Pemerintahan