Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 10 Mar 2026 16:20 WIB

Budidaya Mutiara Tradisional Pulau Bungin Berpotensi Jadi Sektor Ekonomi Unggulan


 Budidaya Mutiara Tradisional Pulau Bungin Berpotensi Jadi Sektor Ekonomi Unggulan Perbesar

Sumbawa, dwipamedia.com – Upaya pengembangan budidaya mutiara tradisional di Pulau Bungin Kecamatan Alas, masih menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan. Meski begitu, wilayah setempat memiliki potensi menjadi sektor ekonomi unggulan. Lantaran kini memiliki pembudidaya yang mandiri.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat mengungkapkan, secara umum kondisi perairan di sekitar Pulau Bungin masih cukup subur dan layak untuk pengembangan budidaya mutiara. Namun, perubahan iklim yang menyebabkan fluktuasi suhu air secara drastis, kerap memicu kematian tiram mutiara pada fase awal pemeliharaan.

“Biasanya pada musim-musim tertentu masih terjadi kematian pada masa awal pemeliharaan. Ini dipengaruhi perubahan iklim, terutama perubahan suhu air yang cukup drastis, misalnya antara siang hari yang panas lalu tiba-tiba turun hujan,” terangnya, Selasa (10/3/2026).

Lebih lanjut dikatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pembudidaya tradisional di Pulau Bungin yang selama ini masih mengandalkan metode budidaya sederhana. Meski demikian, potensi pengembangan budidaya mutiara di kawasan tersebut dinilai masih sangat besar, jika didukung penataan kawasan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Selama ini, terang Dayat – sapaan akrabnya, sebagian besar pembudidaya di Pulau Bungin baru mampu melakukan kegiatan pembesaran tiram mutiara. Sementara proses inti produksi mutiara, seperti penyuntikan nukleus ke dalam tiram, masih sangat terbatas dilakukan oleh masyarakat setempat.

Pihaknya berharap, kedepan para pembudidaya di Pulau Bungin tidak hanya melakukan pembesaran tiram. Tetapi juga mampu memproduksi butiran mutiara secara mandiri, sehingga nilai ekonomi yang diperoleh masyarakat bisa meningkat.

“Harapan kita ke depan zona budidayanya bisa ditata lebih baik, sekaligus meningkatkan kapasitas kelompok pembudidaya. Tidak hanya menjual siput atau tiram mutiara, tapi nantinya bisa sampai menghasilkan butiran mutiara,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada satu hingga dua orang pembudidaya di Pulau Bungin yang mulai mencoba melakukan penyuntikan nukleus secara mandiri. Jika kemampuan tersebut terus berkembang, budidaya mutiara tradisional di Pulau Bungin berpotensi menjadi salah satu sektor ekonomi unggulan, bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Sumbawa. (dmn)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pembangunan KNMP Labuhan Sangoro Diperpanjang

25 Juni 2026 - 15:55 WIB

Susun FS Tambak Garam, Pemkab Sumbawa Bakal Gandeng BRIN

18 Juni 2026 - 16:54 WIB

Menjaga Kelancaran Pengolahan Mineral di AMMAN Lewat Teknologi Laser 3D

11 Juni 2026 - 16:37 WIB

Ratusan Tambak Udang di Kabupaten Sumbawa Jalani Aktivitas Usaha

9 Juni 2026 - 15:43 WIB

Dislutkan Sumbawa Segera Ajukan Revisi Tarif Sewa Cold Storage Pantai Goa

12 Mei 2026 - 15:41 WIB

Pemkab Sumbawa Sediakan 15.000 Hektar Lahan Dukung PSN Garam

6 Mei 2026 - 14:42 WIB

Trending di Berita Utama