Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 30 Jan 2026 16:31 WIB

Jalankan Program Desa B2SA, Sumbawa Pastikan Ketersediaan Stok Pangan


 Jalankan Program Desa B2SA, Sumbawa Pastikan Ketersediaan Stok Pangan Perbesar

Sumbawa, dwipamedia.com – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa memastikan ketersediaan stok pangan di daerah tetap aman. Tentunya dengan menggalakkan program Desa B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sumbawa, melalui Sekretaris Syaihuddin kepada wartawan Jumat (30/1/2026) mengatakan, program ini di mulai dari tahun 2025, ditahun 2026 ini masih terus digalakkan. “Program Desa B2SA, selain menanam sayur-sayuran juga dilaksanakan budidaya ikan dengan konsep masyarakat mengolah dan memanfaatkan sendiri pangan tersebut,” terangnya.

Diungkapkan, saat ini baru sekitar 20 Desa dari empat Kecamatan yang menjalankan program ini, seperti Kecamatan Utan, Moyo Hilir, Moyo Hulu dan Kecamatan Lopok. Program Desa B2SA ini berbeda dengan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), karena program Desa B2SA ini mulai dari tanam hingga pengolahan panganan tersebut dan dilaksanakan oleh PKK.

Dijelaskan, pada program Desa B2SA ini ada sekitar 5.000 bibit tanaman sayuran-sayuran di setiap desa, dan itu membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Program Desa B2SA dirancang agar masyarakat mampu memproduksi kebutuhan pangannya sendiri di pekarangan rumah. Hal ini dianggap sangat krusial, mengingat harga komoditas seperti cabai kerap melonjak tinggi saat bulan Ramadhan. “Kita harapkan masyarakat menanam sendiri. Satu orang memiliki satu pohon cabai saja bisa menghasilkan setengah kilogram cabai, sehingga bisa mengurangi biaya pengeluaran saat harga tinggi di bulan Ramadhan nanti,” jelasnya.

Selain menanam sayuran dan budidaya lele, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pengolahan pangan lokal yang aman dan bergizi. Bahan pangan seperti ubi dan pisang diajarkan untuk diolah menjadi berbagai resep kekinian yang memiliki nilai tambah, sehingga tidak hanya dikonsumsi dengan cara direbus atau digoreng saja.

Program ini terbukti memberikan dampak ekonomi nyata. Selain menghemat pengeluaran untuk membeli cabai, terong, dan ikan lele, kelompok masyarakat di desa-desa tersebut mampu menghasilkan pendapatan tambahan mulai dari 1 juta hingga 3 juta Rupiah dari hasil penjualan produksi mereka. “Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus mengembangkan program Desa B2SA hingga dua tahun ke depan guna memastikan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (awe)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Kabupaten Sumbawa Siapkan Diri Hadapi Penilaian Adipura

11 Maret 2026 - 17:02 WIB

Tebar Perdana Restocking 2026, Dislutkan Sumbawa Lepas 30.000 Benih Ikan Dua Kecamatan

9 Maret 2026 - 20:58 WIB

Menteri KP Kunjungi Sumbawa, Bupati Usulkan Lima Desa Jadi KNMP

27 Februari 2026 - 13:48 WIB

Tinjau Gotong Royong Jalur Samota, Wabup Sumbawa Minta OPD Intens Jaga Kebersihan

20 Februari 2026 - 13:14 WIB

Dukung Kebutuhan Nelayan, Pemkab Sumbawa Anggarkan Sarana Perikanan Tangkap

19 Februari 2026 - 16:56 WIB

Bupati Ajak Masyarakat Membangun Sumbawa di Momentum Ramadan dan Setahun Kepemimpinan

18 Februari 2026 - 22:11 WIB

Trending di Pemerintahan