Sumbawa, dwipamedia.com – Angka stunting di Kabupaten Sumbawa berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) terbilang cukup tinggi. Dimana pada tahun 2025 (SSGI) menunjukkan prevalensi stunting sebesar 29,8 persen meningkat 5,2 persen. Terhadap hal itu target penurunan stunting tahun 2026 hingga ke angka 21,7 persen.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sumbawa, Junaedi, yang ditemui wartawan pada Selasa (27/1/2026) mengatakan, di Kabupaten Sumbawa saat ini tercacat sebanyak 16.299 keluarga berisiko stunting. “Untuk mencegah stunting, keluarga berisiko stunting ini akan kita berikan atensi khusus karena berpeluang menjadi penyumbang tersebar kasus stunting,” terangnya.
Diungkapkan, adapun keluarga berisiko stunting ini seperti keluarga yang memiliki ibu hamil, menyusui, balita, hingga calon pengantin. “Anak stunting biasanya mengalami gangguan pertumbuhan otak yang menyebabkan kemampuan kognitif, belajar, dan konsentrasi menurun. Akibatnya, prestasi akademik anak lebih rendah dan saat dewasa berpotensi memiliki produktivitas kerja yang lebih rendah,” tuturnya.
Jika prevalensi stunting tetap tinggi, kata Jun, maka Kabupaten Sumbawa akan kesulitan mencetak generasi unggul dan inovatif yang dibutuhkan untuk menuju Generasi Emas 2045. Selain itu, anak yang stunting memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis saat dewasa, seperti diabetes dan hipertensi. Kondisi ini meningkatkan beban biaya kesehatan keluarga dan daerah.
Salah satu program penanganan stunting yang dilaksanakan Pemkab Sumbawa yakni Program Quick Wins. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting, terutama sebagai bagian dari implementasi aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di daerah.
Dalam penerapan program ini perlu kerjasama semua pihak mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Karena berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa agar mampu meningkatkan kualitas hidup secara mandiri, terutama dalam bidang kesehatan, gizi dan kesejahteraan keluarga. (awe)












