Sumbawa, dwipamedia.com – Jumlah desa rentan pangan di Kabupaten Sumbawa mengalami penurunan signifikan. Dari sebelumnya 12 desa, kini tersisa dua desa yang masih masuk dalam kategori rentan pangan.
Berdasarkan Analisis Ketahanan Pangan tahun 2024 untuk tahun 2025, terdapat 12 desa di enam kecamatan yang masuk kategori rentan pangan. Rinciannya, empat desa berada pada prioritas dua, sementara delapan desa lainnya masuk dalam prioritas tiga.
Namun, pada Analisis Ketahanan Pangan tahun 2025 untuk tahun 2026, jumlah tersebut menurun menjadi dua desa. Untuk kategori prioritas dua terdapat satu desa, yakni Desa Mungkin di Kecamatan Orong Telu. Sementara itu, kategori prioritas tiga juga terdapat satu desa, yaitu Desa Buin Baru di Kecamatan Buer.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, melalui Sekretaris Syaihuddin, yang ditemui media ini di ruang kerjanya pada Senin (12/1/2026) mengatakan penurunan jumlah desa rentan pangan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kondisi ketahanan pangan di sejumlah wilayah. “Penurunan ini dipengaruhi faktor semakin membaiknya sarana pendukung serta akses masyarakat terhadap pangan,” tuturnya.
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan kedua desa tersebut masih diklasifikasikan sebagai desa rentan pangan. Dicontohkan, untuk Desa Mungkin memiliki kendala utama berupa keterbatasan akses penghubung antarwilayah, minimnya sarana penyedia pangan, krisis air bersih, serta tenaga kesehatan yang belum memadai.
Sementara Desa Buin Baru menghadapi permasalahan pada rasio lahan pertanian yang sangat rendah. Selain itu, desa tersebut juga memiliki keterbatasan fasilitas ekonomi, tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih rendah, serta akses air bersih yang belum memadai. “Dua desa yang masih masuk kategori rentan pangan merupakan desa yang sebelumnya juga berada dalam kategori yang sama,” terangnya.
Terhadap desa-desa rentan pangan tersebut, Pemkab Sumbawa terus melakukan berbagai upaya intervensi. Bentuk intervensi yang dilakukan antara lain bantuan pangan murah, bantuan tunai langsung, serta program pendukung lainnya.
Secara umum, Syaihuddin menilai kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Sumbawa berada dalam kategori sangat baik. Hal ini didukung oleh potensi sumber daya alam yang luas dan subur, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, serta pengembangan UMKM. (awe)














