Sumbawa, dwipamedia.com – Sekitar 99 persen masyarakat di Kabupaten Sumbawa saat ini telah menikmati listrik. Sehingga saat ini, PT PLN (Persero) melalui PLN UP3 Cabang Sumbawa terus berupaya menuntaskan aliran listrik ke seluruh masyarakat hingga 100 persen.
Dengan adanya perubahan nomenklatur ditubuh PT PLN (Persero) dari status BUMN menjadi Danantara, maka untuk mendukung Asta Cita Presiden khususnya dalam menjalankan peran sebagai salah satu penggerak ekonomi rakyat dengan memanfaatkan potensi dan ketersediaan pasokan kebutuhan kelistrikan bagi masyarakat melalui kemudahan akses mendapatkan pasokan penerangan listrik, sehingga swasembada energi di seluruh pelosok negeri khususnya di Sumbawa dapat terwujud dengan baik sebagaimana yang diharapkan. “Alhamdulillah hingga saat ini sekitar 99 persen warga Sumbawa telah menikmati listrik dengan baik,” ungkap Manager PLN UP3 Cabang Sumbawa Firman Sulistiawan didampingi jajarannya kepada awak media, pada Selasa (18/11/2025) di Resto Lantai II Nio Garden Hotel.
Selama delapan bulan berjalan melaksanakan tugas di Sumbawa terhitung sejak April 2025 lalu, Firman yang sebelumnya bertugas selama 7 tahun di Lombok mengungkapkan, sejauh ini pihaknya telah melaksanakan monitoring dan evaluasi lapangan, dengan melihat langsung kondisi geografis Pulau Sumbawa khususnya di Kabupaten Sumbawa, termasuk mempelajari dan memahami apa yang diinginkan oleh masyarakat.
Setelah melakukan pemetaan, maka berbagai program diluncurkan PLN Sumbawa dengan tekad dan komitmen tulus melayani masyarakat. Dengan ketersediaan pasokan kapasitas daya yang tersedia saat ini mencapai sekitar 160 Megawatt (MW), maka daerah terjauh, terluas dan terisolir di sejumlah titik maupun didaerah kepulauan seperti Sebotok Pulau Moyo, Bugis Medang, Bajo Medang, Gili Tapan dan lainnya telah berhasil menikmati listrik, yang tadinya hanya menyala 12 jam, kini telah ditingkatkan menjadi 24 jam, dengan program swasembada energi terus ditingkatkan menjadi pilot project untuk PLT hidrogen.
Menurutnya, dengan ketersediaan potensi dan kapasitas pasokan listrik yang ada 160 MW dan akan ada tambahan 30 MW dari PLTMG Kanar II mulai Desember mendatang, dan sudah bisa dimanfaatkan, maka ketersediaan energi listrik di Pulau Sumbawa khususnya di Kabupaten Sumbawa dinilai sangat cukup, sehingga masyarakat tak perlu khawatir soal kebutuhan penerangan listrik.
Sedangkan terkait dengan penuntasan masih ada sekitar 1 persen di wilayah tertentu seperti di Tangkampuli, Baturorok dan sejumlah Desa atau Dusun lainnya di Kabupaten Sumbawa yang belum tersentuh listrik, lebih disebabkan karena terkendala masalah geografis, baik itu soal sarpras jalan maupun adanya kawasan hutan lindung. Meski begitu, PLN terus berupaya untuk membangun dan mengintegrasikan programnya ke depan, sehingga target 100 persen masyarakat mendapatkan penerangan listrik dapat terwujud. Bahkan ke depan program revitalisasi pendidikan dengan melistrikan sekolah-sekolah disejumlah wilayah terpencil dilakukan, agar sekolah dimaksud dapat menikmati digitalisasi pembelajaran. (awe)














