Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 20 Okt 2025 10:14 WIB

Perkuat Budaya Literasi, Dinas Dikbud Sumbawa Gelar Lomba Seni dan Bahasa 2025


 Perkuat Budaya Literasi, Dinas Dikbud Sumbawa Gelar Lomba Seni dan Bahasa 2025 Perbesar

Sumbawa, dwipamedia.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa menggelar Lomba Seni dan Bahasa Tahun 2025, pada Senin (20/10/2025) di halaman UPT Museum Daerah Sumbawa. Ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi dan pelestarian bahasa daerah di kalangan pelajar.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bunda Literasi Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, ini diikuti ratusan peserta dari tingkat SD/MI dan SMP/MTs yang tersebar di 22 Kecamatan se-Kabupaten Sumbawa.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan mengungkapkan, terdapat 8 mata lomba yang dipertandingkan, antara lain Sakeco, Malangko, Saketir, Batuter, pidato Bahasa Samawa, menulis cerpen, menulis karya Satera Jontal dan membaca puisi. Dengan peserta lomba tingkat SD berjumlah 119 orang, sedangkan tingkat SMP sebanyak 92 orang. ‘’Dari total 24 kecamatan, ada 22 kecamatan yang berpartisipasi,” ungkapnya.

Pihaknya menekankan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat Sumbawa yang saat ini masih berada di angka 33 persen, jauh di bawah standar nasional sekitar 70 persen. “Harapan kami, dalam 10 hingga 12 tahun ke depan, angka ini bisa naik minimal hingga 50 persen. Kegiatan seperti ini sangat relevan untuk memperkuat gerakan literasi menuju Sumbawa yang cerdas dan berbudaya,” ujarnya.

Sementara, Bunda Literasi Hj. Ida Fitria dalam sambutannya menegaskan, lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembinaan karakter dan kecintaan terhadap bahasa serta budaya lokal. “Melalui panggung kecil ini, anak-anak belajar berbicara, menulis, dan mengekspresikan diri. Dari hal-hal sederhana itulah tumbuh karakter, kepercayaan diri, dan kecintaan pada budaya sendiri,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing sebagaimana tertuang dalam Trigatra Bahasa yakni, mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. “Merawat bahasa daerah adalah bentuk menjaga jati diri, sementara menguasai bahasa asing membuka cakrawala dunia. Keduanya tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Hj. Ida menambahkan, dari delapan cabang lomba yang digelar, tujuh di antaranya akan mewakili Kabupaten Sumbawa ke tingkat Provinsi NTB. Ia pun meminta dukungan dari para guru, kepala sekolah, dan orang tua agar terus membimbing anak-anak yang terpilih menjadi wakil daerah. “Menang itu penting, tapi yang lebih berharga adalah proses latihan, disiplin, dan kerja sama yang mereka bangun. Semua anak adalah juara di bidangnya masing-masing,” pesannya.

Kegiatan Lomba Seni dan Bahasa 2025 ini menjadi bagian penting dari strategi penguatan literasi daerah yang sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis budaya lokal dan kecintaan terhadap bahasa daerah. (awe)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPMPTSP Sumbawa Dorong Pelaku UMKM Miliki Legalitas Usaha

4 November 2025 - 16:11 WIB

Wabup Tinjau Progres Pembangunan dan Kondisi Labkes RSUD Sumbawa

3 November 2025 - 17:08 WIB

Pemkab Sumbawa Upayakan SPPG Penuhi Standar Kesehatan

3 November 2025 - 15:13 WIB

Jaga Stabilitas Harga, Wabup Sumbawa Apresiasi Operasi Pasar Murah

30 Oktober 2025 - 11:49 WIB

Bupati Sumbawa Serahkan Hibah Barang Milik Daerah kepada Pemerintah Desa

29 Oktober 2025 - 17:00 WIB

Wabup Sumbawa Dorong Pembentukan Tim Teknis Pengelolaan Sampah Terpadu

27 Oktober 2025 - 14:03 WIB

Trending di Pemerintahan