Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 16 Okt 2025 17:51 WIB

Masuk RPJMD, Kabupaten Sumbawa Siap Tekan Angka Stunting


 Masuk RPJMD, Kabupaten Sumbawa Siap Tekan Angka Stunting Perbesar

Sumbawa, dwipamedia.com — Kabupaten Sumbawa terus berupaya dalam hal menurunkan angka sunting di daerah. Bahkan Dalam upaya menekan angka stunting yang mengalami peningkatan signifikan, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Monitoring Triwulan I di Aula Bappeda Sumbawa, pada Kamis (16/10/2025).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Aksi Analisis Situasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, dan dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Sumbawa yang juga Sekretaris TPPS Kabupaten Sumbawa Junaedi, dalam sambutannya menyampaikan keprihatinan atas peningkatan angka stunting dari 25,7 persen pada tahun 2023 menjadi 29,8 persen di tahun 2024. Ia lebih menekankan penanganan stunting telah menjadi program prioritas dalam Rencana Pembanginan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumbawa, sebagai acuan penting dalam alokasi anggaran dan pelaksanaan program lintas sektor. “Balita yang kita rawat hari ini adalah generasi produktif di tahun 2045. Jika gagal mencegah stunting, kita kehilangan kesempatan menjadi bangsa maju,” tukasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Sumbawa Rusmayadi menyoroti pentingnya sinkronisasi program stunting dengan dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan Renstra OPD. Menurutnya, keberhasilan upaya penurunan stunting tidak bisa dicapai secara sektoral, namun harus dilakukan secara kolaboratif dan terintegrasi antar-OPD. “Semua kegiatan harus memiliki pijakan dalam dokumen besar pembangunan daerah. Kalau tidak masuk dalam RPJMD atau Renstra OPD, maka program tersebut akan sulit direalisasikan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, H Sarip Hidayat menegaskan pentingnya efisiensi dan perluasan jangkauan layanan diagnosis stunting melalui konsultasi yang tetap mengikuti regulasi. “Dengan anggaran Rp39 juta, kita bisa menjangkau bukan hanya 20 anak, tapi lebih dari 100 hingga 200 anak berisiko stunting. Pencegahan jauh lebih baik daripada menangani anak yang sudah terdiagnosa stunting,” tandasnya.

Ia juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mendukung program imunisasi sebagai langkah penting pencegahan stunting sejak dini. “Kami harap para orang tua mendukung penuh imunisasi anak agar tumbuh kembang mereka optimal dan terhindar dari risiko stunting,” tambahnya.

Melalui rapat ini, TPPS Sumbawa menegaskan komitmen bersama dalam mempercepat penurunan angka stunting sebagai bagian dari investasi masa depan generasi emas 2045. (awe)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPMPTSP Sumbawa Dorong Pelaku UMKM Miliki Legalitas Usaha

4 November 2025 - 16:11 WIB

Wabup Tinjau Progres Pembangunan dan Kondisi Labkes RSUD Sumbawa

3 November 2025 - 17:08 WIB

Pemkab Sumbawa Upayakan SPPG Penuhi Standar Kesehatan

3 November 2025 - 15:13 WIB

Jaga Stabilitas Harga, Wabup Sumbawa Apresiasi Operasi Pasar Murah

30 Oktober 2025 - 11:49 WIB

Bupati Sumbawa Serahkan Hibah Barang Milik Daerah kepada Pemerintah Desa

29 Oktober 2025 - 17:00 WIB

Wabup Sumbawa Dorong Pembentukan Tim Teknis Pengelolaan Sampah Terpadu

27 Oktober 2025 - 14:03 WIB

Trending di Pemerintahan