Sumbawa, dwipamedia.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar segera melapor ketika wilayah mereka terdampak kekeringan, akibat musim kemarau. Menyusul, Kabupaten Sumbawa setiap tahunnya selalu mengalami bencana kekeringan dan krisis air bersih.
Demikian disampaikan Sekda Sumbawa H Budi Prasetiyo, pada Senin (27/4/2026). Guna mengantisipasi krisis air bersih saat musim kemarau seperti saat ini, pihaknya juga mengimbau Masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air, baik untuk konsumsi maupun kegiatan rumah tangga.
“Saat ini sedang kami upayakan antisipasi, termasuk peringatan dini waspada kemarau Panjang, salah satunya adalah masalah penggunaan air bersih,” tuturnya.
Sejauh ini, lanjut Sekda, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan PDAM terkait stok kebutuhan air bersih di Masyarakat. Informasi yang diterima untuk saat ini diketahui masih tercukupi. “Begitu juga dengan BPBD Kabupaten Sumbawa, PMI Kabupaten Sumbawa maupun Polres Sumbawa tetap disiagakan, ketika ada masyarakat yang membutuhkan air bersih dapat langsung disalurkan,” jelas Budi.
Meski demikian Ia tetap mengimbau agar masyarakat lebih bijaksana dalam menggunakan air bersih termasuk yang memiliki sumur dan bak penampungan. “Berdasarkan pengalaman musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya, cukup banyak desa yang tergolong rawan kekeringan,” ungkapnya.
Saat ini Pemda Kabupaten Sumbawa melalui BPBD Kabupaten Sumbawa sedang melakukan pemetaan yang akan menjadi acuan utama dalam penyaluran bantuan air bersih, serta upaya mitigasi kekeringan di masa mendatang.
Sekda meminta kepada masyarakat melalui Pemerintah Desa dapat melaporkan sesegaramungkin ketika terdampak bencana kekeringan dan krisis air bersih, sehingga langkah antisipasi dapat dilaksanakan secepatnya. (awe)














