Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 8 Feb 2026 19:48 WIB

Pemkab Sumbawa Kirim Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir Empang


 Pemkab Sumbawa Kirim Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir Empang Perbesar

Sumbawa, dwipamedia.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa bergerak cepat merespons bencana banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Empang. Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa, H Budi Prasetiyo memimpin langsung pengiriman bantuan logistik bagi warga terdampak, Ahad (8/2/2026) di halaman Kantor Bupati Sumbawa.

Sekda menegaskan, langkah cepat ini dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat korban banjir bisa segera terpenuhi. “Kita bergerak cepat supaya para korban segera mendapatkan pertolongan. Saat ini mereka sangat membutuhkan bantuan, terutama kebutuhan pokok sehari-hari,” ujarnya.

Ia merinci, bantuan yang dikirim berupa paket sembako dan perlengkapan dasar, seperti beras, mi instan, telur, air mineral, minyak goreng, makanan siap saji, selimut, kasur, perlengkapan bayi, perlengkapan dewasa dan lansia, makanan serta camilan anak. Seluruh bantuan tersebut akan didistribusikan ke beberapa titik lokasi terdampak di Kecamatan Empang.

Sementara Bupati Sumbawa H Syarafuddin Jarot memimpin rapat terbatas sekaligus menyerahkan langsung bantuan kepada warga terdampak banjir di Kantor Camat Empang. Didampingi Sekretaris Daerah serta sejumlah pimpinan OPD terkait, Bupati menggelar rapat terbatas di kantor camat dan diagendakan meninjau kondisi warga sekaligus menegaskan pentingnya langkah pencegahan agar banjir tidak terus berulang di wilayah tersebut.

Dalam arahannya, Bupati menilai kerusakan hutan akibat penebangan dan penggundulan lahan menjadi faktor utama yang memperparah banjir di Empang. Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, TNI-Polri hingga masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan menghentikan praktik perambahan. “Faktor paling signifikan adalah tidak ada lagi pohon yang menahan air. Hutan kita sudah banyak yang gundul. Baru empat jam hujan saja sudah banjir seperti ini, apalagi kalau lebih lama, tentu akan lebih parah,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah telah membentuk satgas bersama unsur Forkopimda dan Forkopimcam untuk melakukan pengawasan ketat di lapangan. Bupati juga menegaskan larangan menanam jagung di kawasan hutan karena dinilai mempercepat kerusakan lahan. Ke depan, lahan-lahan tersebut akan dialihkan untuk penanaman pohon kembali.

Selain penanganan lingkungan, Pemkab Sumbawa juga fokus pada penanganan darurat bagi warga terdampak. Bantuan logistik diserahkan langsung kepada masyarakat, dan pemerintah menyiapkan kemungkinan pembangunan dapur umum serta posko jika kondisi memburuk. “Mari kita jaga Empang dan Sumbawa untuk anak cucu kita. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” pungkasnya. (awe)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dislutkan Sumbawa Serahkan Freezer untuk Poklahsar Pulau Bungin

1 April 2026 - 18:00 WIB

Dukung Kebutuhan Nelayan, Pemkab Sumbawa Anggarkan Sarana Perikanan Tangkap

12 Maret 2026 - 16:56 WIB

Kabupaten Sumbawa Siapkan Diri Hadapi Penilaian Adipura

11 Maret 2026 - 17:02 WIB

Dislutkan Sumbawa Upayakan Pengembangan Kawasan Budidaya Mutiara di Pulau Bungin

11 Maret 2026 - 16:11 WIB

Dislutkan Komit Kembangkan Potensi Lahan untuk Budidaya Rumput Laut

11 Maret 2026 - 15:15 WIB

Budidaya Mutiara Tradisional Pulau Bungin Berpotensi Jadi Sektor Ekonomi Unggulan

10 Maret 2026 - 16:20 WIB

Trending di Pemerintahan