Sumbawa, dwipamedia.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyiapkan anggaran sebesar Rp5,1 Miliar untuk menanggung 25.736 penerima bantuan BPJS Ketenagakerjaan di tahun 2026, jumlah tersebut meningkat 698 penerima dibandingkan tahun 2025.
Demikian diungkapkan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumbawa, Auliah Asman kepada wartawan pada Selasa (20/1/2026). Menurut data tahun 2025 ada 25.058 orang yang diakomodir. Sehingga dengan adanya tambahan 698 orang, maka angka sekarang menjadi 25.736 untuk tahun 2026.
Diungkapkan, data tersebut merupakan data pekerja rentan dari Dinas Sosial (Disos) sebanyak 20.000 orang. Selain itu ada juga yang dibiayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang saat ini masih dalam tahap verifikasi lanjutan. “Ada sekitar 500 orang lagi calon penerima yang saat ini masih kita lakukan verifikasi lanjutan di lapangan untuk memastikan mereka layak menarik bantuan iuran tersebut,” terangnya.
Lebih jauh dijelaskan, verifikasi dilakukan pemerintah mulai dari tingkat desa dan kelurahan untuk memastikan mereka layak mendapatkan program perlindungan tersebut. Bahkan pihaknya juga akan melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan kondisi para penerima tersebut. “Kami tetap melibatkan desa dan kelurahan bahkan saat ini verifikasinya masih terus berjalan untuk memastikan mereka layak atau tidak sebagai penerima bantuan tersebut,” tuturnya.
Pemerintah menargetkan dalam lima tahun kedepan sebanyak 56.000 pekerja rentan sebagai penerima manfaat program BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu dilakukan pemerintah untuk mengejar target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) yang ditetapkan pemerintah. “Kita targetkan minimal dalam dalam beberapa tahun kedepan untuk program UCJ bisa tercapai sehingga pekerja rentan bisa mendapatkan haknya,” pungkasnya. (awe)














