Sumbawa, dwipamedia.com — Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali melaksanakan kegiatan Safari Sumbawa Menanam dalam Program Sumbawa Hijau Lestari. Seperti yang terlaksana pada Rabu (28/1/2026) di Desa Pungkit Kecamatan Moyo Utara, dan di Desa SP2 Prode Kecamatan Plampang pada Kamis (29/1/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot, dan diikuti para Pimpinan OPD, ASN, serta masyarakat umum sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian hutan dan lingkungan di Kabupaten Sumbawa.
Dalam kegiatan penanaman di Desa Pungkit, Bupati menegaskan Sumbawa merupakan daerah dengan kawasan hutan terluas di NTB. Namun, kerusakan hutan telah menimbulkan dampak serius, mulai dari hilangnya sumber mata air hingga memicu berbagai bencana alam. Banjir dan longsor tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak pada infrastruktur, seperti jalan rusak, jembatan putus, rumah warga hancur, bahkan mengancam keselamatan jiwa masyarakat.
Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk menghentikan praktik ilegal logging. Dengan telah dibentuk Satgas Perlindungan Hutan sebagai langkah konkret dalam menjaga kelestarian kawasan hutan di Sumbawa.
Selain upaya penegakan hukum, Pemkab Sumbawa juga akan melakukan penghijauan kembali dengan menanam pohon-pohon yang memiliki nilai ekonomis tinggi, sehingga selain menjaga lingkungan, juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar hutan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif dalam menjaga kelestarian hutan.
Hal senada juga disampaikan Bupati saat safari menanam di Desa SP2 Prode. “Penghijauan harus menjadi perhatian bersama. Jika kawasan ini kembali hijau, maka cadangan air tanah akan terjaga dan mata air tidak cepat kering,” ujar Bupati.
Melalui Safari Sumbawa Menanam, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap terbangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan air, dan mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan. (dmn)














