Sumbawa, dwipamedia.com – Bupati Sumbawa H Syarafuddin Jarot, menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025. Upacara ini berlangsung di halaman kantor Bupati Sumbawa pada Senin (2/6/2025). Dalam momentum tersebut, Bupati Sumbawa mengungkapkan sejumlah capaian yang diraih Pemerintahan Jarot-Ansori dalam kurun waktu 100 hari kerja.
Dari sisi tata kelola pemerintahan, ungkap Bupati, Kabupaten Sumbawa kembali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2024. Ia memberi apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya atas pondasi yang telah diletakkan, serta kepada seluruh jajaran Pemkab Sumbawa atas kerja kolektif yang terus menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Di bidang keagamaan, Kabupaten Sumbawa telah melaksanakan dengan sukses kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) ke- 38 Tingkat Provinsi NTB Tahun 2025, yang mana Kabupaten Sumbawa berhasil meraih peringkat 4 dari 10 kabupaten/kota se-Provinsi NTB. Selain itu, Bupati juga mendorong masyarakat untuk mengikuti gerakan salat subuh berjamaah yang telah berjalan di beberapa masjid, serta gerakan bersedekah sebagai upaya menghidupkan kembali nilai gotong royong dalam menanggulangi kemiskinan.
Di sektor Pertanian, sambung Bupati, Menteri Pertanian RI memberikan apresiasi kepada Kabupaten Sumbawa atas peningkatan produksi pertanian, terutama padi dan jagung. Kabupaten Sumbawa juga ditetapkan sebagai lokasi ekspor jagung nasional yang nantinya Mentan akan melepas secara langsung ekspor jagung tersebut, pada 17 Juni 2025 di Pelabuhan Badas, Sumbawa.
Selanjutnya, Kabupaten Sumbawa juga ditetapkan sebagai lokasi industri garam nasional, yang mana hanya ada dua lokasi produksi di Indonesia untuk tahap pertama ini yakni di Pulau Madura dan Sumbawa. “Ini dapat menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir,” tutur Bupati.
Kemudian, terhadap model pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Desa Merah Putih juga digencarkan, dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan sebagai fondasi utamanya. Upaya penguatan zakat profesi yang ditargetkan mencapai Rp. 10 miliar per tahun.
Di bidang pendidikan dan kesehatan, Pemkab Sumbawa memberikan 10 beasiswa kedokteran dan 5 farmasi melalui kerja sama dengan Universitas Mataram guna mengatasi krisis tenaga medis. Pembangunan Sekolah Rakyat juga digagas sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pendidikan inklusif dan merata.
Di sektor pertahanan, rencana pembangunan markas militer di wilayah Desa Kerekeh dinilai strategis untuk mendorong keamanan serta pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, proyek pembangunan Bendungan Kerekeh saat ini telah masuk dalam pengawalan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia agar segera direalisasikan.
Kenaikan signifikan investasi produktif pun tercatat sebagai bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Sumbawa. Seluruh capaian ini diperkuat dengan transformasi digital dalam pelayanan publik, demi mewujudkan birokrasi yang cepat, efisien, dan akuntabel.
Sementara terhadap peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Sumbawa menyampaikan upacara ini merupakan momen refleksi diri untuk menguatkan kembali komitmen bangsa dan daerah yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila. Dimana Pancasila merupakan roh kebangsaan, kompas moral dan dasar berpijak sebagai bangsa, menjadi landasan hidup Negara Republik Indonesia dalam mengambil tindakan dan kebijakan. Melalui Pancasila Mari bangun Sumbawa yang religius adil, dan berdaya saing. (dmn)














