Sumbawa, dwipamedia.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa telah mengajukan sejumlah proposal progam strategis untuk tahun anggaran 2026 ke Pemerintah Pusat. Dislutkan Sumbawa tetap optimistis program-program tersebut dapat direalisasikan sesuai ketersediaan alokasi anggaran nasional.
Demikian disampaikan Kepala Dislutkan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, kepada wartawan, Senin (12/1/2026). Sejumlah proposal tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), pada November 2025 lalu. Seluruh dokumen usulan dinyatakan telah diterima dengan baik oleh pihak kementerian. “Alhamdulillah, proposal tersebut diterima dan mendapatkan respons positif dari para pejabat berkompeten di KKP,” tuturnya.
Dayat – akrabnya disapa menjelaskan, hasil komunikasi awal menunjukkan adanya atensi dan dukungan terhadap program-program yang diusulkan dari Kabupaten Sumbawa. Namun, realisasi tetap menunggu proses penilaian dan keputusan akhir dari pemerintah pusat, terutama terkait penyesuaian dengan kebijakan nasional dan kemampuan anggaran.
Adapun program-program yang diusulkan meliputi kelanjutan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih dan Kampung Budidaya Merah Putih, perpanjangan dermaga apung di Labuhan Jambu, pengembangan Keramba Jaring Apung (KJA), optimalisasi produksi garam, serta pengembangan tambak modern. Untuk program tambak modern, Dislutkan Sumbawa menyebutkan bahwa kesiapan lahan telah dipenuhi sebagai salah satu syarat pendukung. “Seluruh proposal yang kami ajukan telah disusun lengkap dan ditandatangani langsung oleh Bupati Sumbawa. Ini menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan,” terangnya.
Ia menambahkan, Dislutkan Sumbawa terus melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal terkait di KKP RI guna memastikan perkembangan proses persetujuan tersebut. Pihaknya berharap, sebagian besar program yang diusulkan dapat masuk dalam daftar prioritas nasional tahun 2026. “Kami tetap optimistis. Saat ini tinggal menunggu kabar dari pusat, sembari terus menjalin koordinasi agar program-program strategis ini dapat segera direalisasikan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan di Sumbawa,” pungkasnya. (dmn)














