Sumbawa, dwipamedia.com – Data Engenering Design (DED) untuk rencana rehabilitasi empat venue olahraga di Kabupaten Sumbawa, menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT tahun 2028, kembali dilakukan perbaikan. Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Sumbawa berupaya segera menuntaskan revisi DED dimaksud.
“Penyusunan DED sebenarnya sudah rampung kemarin, tetapi karena ada revisi sehingga kita upayakan dalam waktu dekat bisa segera tuntas untuk kita ekspose lebih lanjut,” ungkap Kepala Dispopar Sumbawa Tata Kostara, Rabu (24/9/2025).
Dijelaskan, titik berat dari rekomendasi tersebut berkaitan dengan kenyamanan bagi para atlet yang akan bertanding nantinya. Begitu pula terhadap para penonton yang akan menyaksikan pertandingan dan menggunakan fasilitas di venue. Salah satunya toilet atliet dan penonton harus terpisah, termasuk ruangan relaksasi bagi para atlet. “Rekomendasi tersebut sifatnya masih secara lisan, kami juga masih menunggu secara resmi. Tetapi yang jelas rekomendasi itu untuk kenyamanan atlit,” terangnya.
Lebih jauh diungkapkan, penyusunan DED tersebut dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan PON NTB-NTT tahun 2028 mendatang. Bahkan empat venue olahraga di Kabupaten Sumbawa yang direvitalisasi tersebut pada prinsipnya disiapkan sebagai lokasi pelaksanaan PON nantinya. “Empat DED tersebut yakni GOR Mampis Rungan untuk perluasan area pertandingan, lapangan Cendrawasih penataan tribun dan lapak UMKM, Stadion Pragas, dan venue panahan di Sport Center Samota,” ungkap Tata.
Menurutnya, dengan adanya revisi maka potensi terjadinya penambahan biaya sangat mungkin terjadi. Terutama kaitannya dengan ruang relaksasi bagi para atlit dan toilet khusus maka butuh proses penataan lebih lanjut. “Mungkin ada penambahan dari nilai awal Rp11, 5 miliar, tetapi akan kita lihat dulu rekomendasi yang ada dan akan disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan,” tukasnya.
Salah satu usulan yang diharapkan bisa mulai ditangani di tahun 2025 adalah penataan stadion pragas dan selanjutnya akan ditangani di tahun 2026. Sehingga diharapkan di tahun 2027 semua venue tersebut sudah siap dan di tahun 2028 hanya persiapan tekhnis pertandingan. “Kmi berharap penanganan venue tersebut bisa tuntas di tahun 2027, sehingga di tahun 2028 tinggal finishing saja termasuk kesiapan venue lebih lanjut,” pungkasnya. (awe)














