Sumbawa, dwipamedia.com – Guna mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Sumbawa, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa menerapkan program Optimalisasi Lahan (Oplah).
“Oplah ini lebih pada penggunaan alat dan mesin pertanian termasuk pompa irigasi,” ungkap Kepala Distan Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati kepada wartawan, pada Senin (23/6/2025).
Diungkapkan, sebagian besar petani di Kabupaten Sumbawa saat ini hanya dapat menanam satu kali setahun, dapat menanam di musim kemarau dan diairi dengan normal melalui irigasi perpompaan dari Pemerintah melalui Program Optimaliasasi Lahan. “Dengan adanya tambahan ratusan unit pompa untuk irigasi, ribuan hektare lahan padi maupun jagung yang memiliki sumber air permukaan di Kabupaten Sumbawa dapat ditanami saat musim kemarau,” terangnya.
Pihaknya mengaku terus berupaya menuntaskan program bantuan irigasi perpompaan. Dimana ratusan unit paket pompa kembali diajukan, yang akan tersebar di sejumlah kecamatan untuk meningkatkan Indeks Pertanian (IP). “Ratusan paket untuk bantuan irigasi perpompaan ini untuk mensukseskan program swasembada pangan sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang akan disalurkan dan ditargetkan tuntas secepatnya setelah paket tersebut diterima,” tuturnya.
Dengan adanya bantuan tersebut pihaknya berharap produksi petani bisa meningkat. Karena volume tanam bertambah menjadi dua kali tanam, bahkan tiga kali dengan luas lahan ribuan hektare. “Kelompok penerima bantuan irigasi perpompaan adalah yang memiliki sumber air bahkan di musim kemarau airnya tidak habis. Sementara kelompok tani yang tidak memiliki sumber air maka bantuan perpompaan tersebut tidak akan diberikan karena akan sia-sia” tegasnya.
Lebih jauh dijelaskan, untuk aatu titik mesin pompa tersebut untuk mengairi sebanyak 18 hingga 20 hektar lahan pertanian. Sehingga akan banyak lahan padi maupun jagung dan palawija yang bisa diairi dengan program tersebut, sehingga target swasembada pangan bisa terealisasi setiap tahunnya. (man)














