Sumbawa, dwipamedia.com – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa terus berupaya menekan kasus Tuberkulosis (TBC). Salah satu yang dilakukan yakni dengan melaksanakan program tepat guna. Sehingga guna menuju eliminasi TB tahun 2030 diperlukan peran dan kerjasama semua pihak melalui Rencana Aksi Daerah.
Kepala Dikes Sumbawa melalui Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) H Sarip Hidayat, yang ditemui wartawan Selasa (17/6/2025) mengungkapkan, sebanyak 450 kasus TBC terjadi di Kabupaten Sumbawa sepanjang tahun 2025. Saat ini yang masih dalam pengobatan sebanyak 554 orang.
Untuk itu, lanjut Sarip, guna mengantisipasi penularan pihaknya terus melaksanakan skrining dan investigasi kontak. Selain mencegah penularan, juga untuk mewujudkan eliminasi TB tahun 2030 mendatang.
Guna mendukung hal tersebut, dibutuhkan kesinabungan semua elemen, baik pemerintah hingga masyarakat untuk ikut terlibat secara langsung dan mendukung setiap perogram terkait dengan penuntasan TBC, hingga tidak ada lagi kasus TBC terjadi di Kabupaten Sumbawa.
Selain itu, Pemda Sumbawa dapat melakukan rencana aksi daerah dengan membentuk tim yang akan terus bergerak secara masif di masyarakat dalam menuntaskan masalah yang diakibatkan oleh TBC, dan mencegah penularannya.
Lebih jauh dijelaskan, Tim yang dibentuk itu dapat melakukan skrining, investigasi kontak dan sosialisasi secara langsung dengan membawa pot seputung yang akan digunakan untuk menampung dahak bagi masyarakat yang bergejala, bahkan tim desa siaga TBC ini juga dapat membawa tensimeter untuk mengecek kesehatan masyarakat lebih lanjut.
Ia menambahkan, ketika sudah dibentuk kelompok tersebut, maka harus pro aktif dalam melakukan sosialisasi, skrining dan investigasi kontak di masyarakat. Karena penemuan kasus TBC di Kabupaten Sumbawa terus meningkat hingga saat ini sepanjang tahun 2025 ditemukan 450 orang positif. “Sebagai komitmen menuntaskan kasus TBC mengingat penyakit ini merupakan penyakit menular kami melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa akan segera melakukan rencana aksi daerah,” pungkasnya. (man)














