Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 10 Jun 2025 14:20 WIB

Bupati Tekankan Pentingnya Sinergitas Dalam Pembangunan Daerah yang Lebih Baik


 Bupati Tekankan Pentingnya Sinergitas Dalam Pembangunan Daerah yang Lebih Baik Perbesar

Sumbawa, dwipamedia.com – Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot menekankan pentingnya sinergi dan partisipasi seluruh elemen dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Sumbawa yang lebih baik. Hal itu disampaikan Bupati saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 di La Granda Ballroom, pada Selasa (10/6/2025).

Bupati menyatakan, RPJMD merupakan arah pembangunan lima tahun ke depan. Dokumen ini bukan sekadar formalitas, tapi sebuah komitmen kolektif untuk Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera. Dengan mengusung visi “Terwujudnya Kabupaten Sumbawa yang Unggul, Maju dan Sejahtera”, maka pembangunan lima tahun ke depan akan difokuskan pada lima misi utama, yaitu, peningkatan kualitas SDM dan sosial budaya, birokrasi yang profesional dan bersih, pengelolaan lingkungan dan infrastruktur unggul, pertumbuhan ekonomi berbasis sektor unggulan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyoroti hal penting dalam peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Mulai tahun 2025, Pemkab Sumbawa disebut akan menyalurkan beasiswa untuk Program Studi Kedokteran dan Farmasi melalui kerja sama dengan Universitas Mataram. Di saat yang sama, pembangunan fasilitas rumah sakit dan puskesmas akan menjadi prioritas utama dua tahun ke depan.

Dalam bidang tata kelola pemerintahan, Pemkab akan mengakselerasi penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta memperluas digitalisasi layanan publik. Bupati juga menargetkan peningkatan pendapatan daerah di atas 10 persen per tahun serta pengelolaan anggaran yang lebih efektif dengan tetap mempertahankan opini WTP dari BPK.

Di sektor ekonomi, Bupati menekankan pentingnya hilirisasi sektor pertanian, perikanan, peternakan, industri, dan pariwisata. “Kita tidak bisa lagi menjual komoditas mentah. Kita harus masuk ke tahap pengolahan agar nilai tambahnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. Proyek strategis nasional seperti pengembangan agribisnis udang dan industri garam juga akan menjadi prioritas.

Target-target pembangunan yang ditetapkan meliputi penurunan angka kemiskinan dari 12,87% (2024) menjadi 7,87% (2029), pengurangan tingkat pengangguran terbuka dari 2,67% menjadi di bawah 2%, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 77,01 poin pada tahun 2029. “Semua pembangunan ini harus dilandasi oleh IMTAQ dan IPTEKS, dengan prinsip Percepatan, Inovasi, dan Nilai Tambah (PIN),” tegas Bupati.

Sementara, Kepala Bappeda Sumbawa, Adi Nusantara dalam laporannya menyebutkan, untuk mewujudkan visi pembangunan 5 tahun ke depan, Pemkab Sumbawa telah menetapkan 17 tujuan pembangunan, 33 sasaran pembangunan, 66 strategi pembangunan, 143 arah kebijakan, 45 program prioritas, dan 144 program perangkat daerah. Diungkapkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi rata-rata Kabupaten Sumbawa pada periode 2025–2029 diperkirakan mencapai 7,05 persen, yang akan didorong melalui Percepatan, Inovasi, dan Nilai Tambah (PIN). (dmn)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Menteri KP Kunjungi Sumbawa, Bupati Usulkan Lima Desa Jadi KNMP

27 Februari 2026 - 13:48 WIB

Tinjau Gotong Royong Jalur Samota, Wabup Sumbawa Minta OPD Intens Jaga Kebersihan

20 Februari 2026 - 13:14 WIB

Bupati Ajak Masyarakat Membangun Sumbawa di Momentum Ramadan dan Setahun Kepemimpinan

18 Februari 2026 - 22:11 WIB

Resmi Dikukuhkan, FAS Dinilai Jadi Jembatan Teman Sebaya dengan Pemerintah

15 Februari 2026 - 13:31 WIB

Sinergi Multipihak Perkuat Program Sumbawa Hijau Lestari

14 Februari 2026 - 21:10 WIB

Gerakan Pangan Murah di Sumbawa, Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

13 Februari 2026 - 14:20 WIB

Trending di Pemerintahan