Mataram, dwipamedia.com — Pengurus KONI NTB menggelar pertemuan dengan semua ketua KONI Kabupaten/ Kota se NTB, Jumat (22/8) 2025. Pertemuan berlangsung di Sekretariat KONI NTB, dipimpin Sekretarisnya, M Nur Haeddin. Hadir pula sejumlah pengurus lainnya, Agus Suharyan, Husnanidiaty Nurdin, H Suhaemi, Haryoto. Hal yang dibahas, terkait Finalisasi Venue, Cabang Olahraga (Cabor), dan jumlah nomor yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII, 2026.
Banyak hal berkembang dalam pertemuan. Direncanakan berlangsung satu jam, molor hingga dua jam lebih. Misalnya ada beberapa Kabupaten/masih berharap ada ketambahan jumlah Venue/Cabor. Dari 51 Cabor dengan 737 nomor, didominasi KONI Provinsi dengan 31 Cabor. Namun ada beberapa Kabupaten/kota yang mendapat dua dan tiga Cabor. “kalau bisa KONI NTB juga bisa membagi lagi ke kabupaten/kota lainnya,” usul pengurus KONI Lombok Tengah.
Ada pula yang mengusulkan untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut. Bukan finalisasi. Sebab meski ada hasil Raker yang menetapkan jumlah Cabor/Venue bagi kabupaten/kota namun kalau PB menentukan lain, maka itu akan berubah juga.
Termasuk Kabupaten Sumbawa. Ketua KONI, Abdul Rafiq yang didampingi Kabid Binpres Syamsul Fatria dan Oky berharap bahwa meski ada lima Cabor yang akan diberikan, diusulkan lagi agar Cabor Panahan bisa dipertandingkan di Kabupaten Sumbawa. Sebab Kabupaten Sumbawa sudah jauh hari menyiapkan diri dan mendapat dukungan dari pemerintah dan DPRD. Sehingga apa yang dihajatkan bahwa sukses Porprov sebagai batu loncatan untuk PON menjadi kenyataan.
Hal ini sesuai dengan yang dia sampaikan Sekretaris KONI, Nur Haedin dan wakil ketua, Agus Suharyan. “Porprov harus sukses. Yang dilaksanakan Porprov kali ini harus memiliki rasa atau aroma PON. Sebab NTB akan menjadi tuan rumah pada 2028 mebdatang,” kata Agus mengawali pertemuan. Untuk itu, tambah Nur Haedin, tidak hanya sukses Venue dan hal teknis lainnya. Tapi ad yang tidak kalah penting, kesiapan pemerintah daerah dan KONI sebagai tuan rumah Porprov. Termasuk anggaran dan sebagainya. “Akomodasi, keamanan, kesehatan menjadi hal yang amat sangat penting untuk dipersiapkan,” kata Edo—sapaan sekretaris KONI NTB ini.
Terkait persoalan ketambahan dan klaim jumlah Cabor untuk Kabupaten/kota, pertemuan tersebut mengacu pada hasil yang disepakati pada Rakerprov KONI lalu. Meski demikian, bagaimana kesiapan daerah menjadi tuan rumah, dalam proses yang berjalan sambil menunggu hasil kajian dari Pengurus Besar (PB) Cabor yang akan turun ke daerah. Kemudian terkait gak dan kewajiban tuan rumah Porprov XII 2026, KONI NTB akan menyampaikan ke KONI kabupaten/kita setelah Rakernas KONI awal September 2025.
Akhir pertemuan setelah membahas mutasi atlet yang digagas Abdul Rafiq selaku ketua KONI Sumbawa, dibuat kesepakatan bersama oleh semua ketua KONI, selaku peserta rapat. Pertama, berdasarkan kepentingan/pertimbangan mencetak atlet prestasi terbaik NTB menuju PON XXII, 2028, mutasi atlet dilaksanakan paling lambat 1 Desember 2025. Kemudian identitas atlet harus berdasarkan KTP yang masih berlaku. (dmn)














